Berisi pembahasan permasalahan peran kepemimpinan dalam mengoptimalkan kapasitas kelembagaan Direktorat Keteknikan dan Kesiapsiagaan Nuklir untuk menghadapi introduksi PLTN di Indonesia dan analisis permasalahannya disertai rekomendasi dan rencana aksi. (Jml)
Berisi permasalahan masih rendahnya mutu pelayanan Informasi proses perizinan di BAPETEN beserta analisis masalah dan pemecahannya. (Jml)
Berisi tentang rencana kerja optimalisasi penerapan sistem perencanaan dan evaluasi pada Bagian Program Biro Perencanaan BAPETEN pada tahun 2010 beserta analisis dan strategi pencapaiaannya. (Jml)
Berisi tentang permasalahan belum optimalnya layanan pemrosesan SK Kepegawaian pada bagian Tata Usaha dan Kepegawaiaan berikut dengan analisisnya beserta strategi mencapainya serta rencana kerja. (Jml)
Berisi permasalahan tentang belum optimalnya sosialisasi dan penyuluhan terhadap ijin penggunaan zat radioaktif kepada masyarakat di Subbagian Humas BAPETEN beserta analisisnya dan Pemecahannya. (Jml)
Manajemen Risiko MR11 Tingkat Kepentingan Berdasarkan Analisis Risiko disusun oleh Reno Alamsyah pada tahun 2013 di Jakarta, dan diterbitkan oleh Balai Diklat BAPETEN.
Manajemen Risiko MR12 Pendekatan Pengawasan dan Analisis Risiko disusun oleh Reno Alamsyah pada tahun 2013 di terbitkan di JAKARTA dan dicetak oleh Penerbit Balai Diklat BAPETEN.
Tentu saja ada banyak pertanyaan teknis yang dapat dikembangkan dari perkembangan nasional ini. Misalnya, bagaimana efisiensi energi yang dihasilkan dari masing-masing jenis teknologi PLTN? Apakah PLTN berbahaya bagi masyarakat di sekitarnya? Bagaimana mengendalikan risiko PLTN agar kecelakaan nuklir berskala besar seperti yang terjadi di Chernobyl tahun 1986 dan di Fukushima tahun 2011 tidak…