/home/elib24/public_html/lib/SearchEngine/DefaultEngine.php:692 "Search Engine Debug 🔎 🪲"
Engine Type ⚙️: "SLiMS\SearchEngine\DefaultEngine"
SQL ⚙️: array:2 [ "count" => "select count(distinct b.biblio_id) from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id left join mst_gmd as mg on b.gmd_id=mg.gmd_id left join biblio_author AS ba ON ba.biblio_id=b.biblio_id left join mst_author AS ma ON ba.author_id=ma.author_id left join biblio_topic AS bt ON bt.biblio_id=b.biblio_id left join mst_topic AS mt ON bt.topic_id=mt.topic_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select ba.biblio_id from biblio_author as ba left join mst_author as ma on ba.author_id=ma.author_id where ma.author_name like ?))" "query" => "select b.biblio_id, b.title, b.image, b.isbn_issn, b.publish_year, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number, mp.publisher_name as `publisher`, mpl.place_name as `publish_place`, b.labels, b.input_date, mg.gmd_name as `gmd`, GROUP_CONCAT(DISTINCT ma.author_name SEPARATOR ' - ') AS author, GROUP_CONCAT(DISTINCT mt.topic SEPARATOR ', ') AS topic, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id left join mst_gmd as mg on b.gmd_id=mg.gmd_id left join biblio_author AS ba ON ba.biblio_id=b.biblio_id left join mst_author AS ma ON ba.author_id=ma.author_id left join biblio_topic AS bt ON bt.biblio_id=b.biblio_id left join mst_topic AS mt ON bt.topic_id=mt.topic_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select ba.biblio_id from biblio_author as ba left join mst_author as ma on ba.author_id=ma.author_id where ma.author_name like ?)) group by b.biblio_id order by b.last_update desc limit 10 offset 0" ]
Bind Value ⚒️: array:1 [ 0 => "%Suhartini, Nita%" ]
Sungai Ciujung memIliki daerah tangkapan air yang sangat besar. DAS Ciujung dibagi menjadi dua yaitu subDAS Ciujung hulu dan subDAS Ciberang. Hilangnya hutan di daerah hulu menyebabkan sungai ini mengalami pendangkalan dan sering mengalami banjir.SubDAS Ciberang dialairi oleh dua sungai yaituS. Ciberang dan S.Cisemeut. Radioisotop 137Cs dan 210Pbexcess yang terdapat di tanah dapat digunakan seb…
Sungai Ciujung memliki daerah tangkapan air yang luas, dan karena hilangnya hutan di daerah hulu menyebabkan sungai ini mengalami pendangkalan dan sering mengalami banjir. DAS Ciujung memiliki beberapa sungai besar diantaranya S.Ciberang, S,Cisemeut dan S.Ciujung Hulu. SubDAS Ciberang merupakan salah satu daerah hulu dari DAS Ciujung. Radioisotop137Cs dan 210Pbexcess yang terdapat di tanah dapa…
Pemanfaatan perunut geokimia untuk menentukan kontribusi sumber sedimen telah dilakukan. Sampel tanah permukaan setebal 2 cm diambil dari kawasan sub DAS Cisadane hulu secara transek pada sumber sedimen potensial. Lokasi pengambilan sampel tanah permukaan dibagi ke dalam dua sub-sub DAS yaitu dalam sub-sub DAS diatas subDAS sungai Pinanggading meliputi dusun Cinagara, Tangkil, Cijeruk; dan sub-…
DAS Ciujung dibagi menjadi tiga bagian yaitu sub-DAS Ciujung tengah, sub-DAS Ciujung hulu dan sub-DAS Ciberang. Sungai Ciujung memiliki daerah tangkapan air cukup luas yang di bagian hulunya dialiri oleh beberapa sungai besar yaitu sungai Ciujung hulu, Sungai Cisemeut, sungai Ciminyak dan Sungai Ciberang dan karena hilangnya hutan di daerah hulu menyebabkan sungai ini mengalami pendangkalan dan…
Salah satu sungai besar di Indonesia yang mengalami pendangkalan cepat adalah S. Ciujung yang terletak di provinsi BANTEN. Sungai Ciujung memiliki daerah tangkapan air yang besar, dan karena hilangnya hutan di daerah hulu menyebabkan sungai ini mengalami pendangkalan dan sering mengalami banjir. Hulu dari DAS Ciujung dialiri oleh beberapa sungai besar yaitu S. Ciujung Hulu, S. Ciberang, S. Cise…