Jumlah penggunaan prosedur kedokteran nuklir dalam diagnosis dan terapi pasien telah berkembang pesat. Dalam kedokteran nuklir, zat radioaktif diaplikasikan ke dalam tubuh pasien sehingga pasien tersebut berpotensi memberikan paparan radiasi kepada pekerja dan masyarakat. Hingga kini, regulasi BAPETEN dan KEMKES belum secara rinci mengatur terkait kriteria rilis pasien kedokteran nuklir untuk b…
Dokumen ini berisikan Keputusan Bersama Kepala BAPETEN dan Kepala BKN No 199/HM.02/K/-IX-03 No 38 A Tahun 2003 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pengawas Radiasi dan Angka Kreditnya.
Pemerintah melalui Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) menegaskan pentingnya izin penggunaan pesawat sinar-X di rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1997 tentang ketenaganukliran, setiap pemanfaatan sumber radiasi pengion, termasuk sinar-X, wajib memiliki izin resmi dari BAPETEN. Tanpa izin, pengguna dapat dikenakan sanksi pidana. …
Sinar-X telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam dunia medis sejak ditemukan oleh Wilhelm Roentgen pada tahun 1895. Teknologi ini memungkinkan dokter untuk melihat struktur dalam tubuh manusia tanpa perlu melakukan pembedahan. Dalam dunia kesehatan, sinar-X banyak digunakan untuk pemeriksaan radiografi umum, CT Scan, dan fluoroskopi guna mendeteksi berbagai penyakit serta memandu prosedur med…
Keselamatan radiasi bagi pasien dalam prosedur medis menjadi perhatian utama Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN). Sejalan dengan prinsip proteksi radiasi yang diakui secara internasional, langkah-langkah optimisasi terus dilakukan untuk mencegah dan meminimalkan paparan radiasi yang tidak perlu atau tidak disengaja. Berdasarkan standar International Commission on Radiological Protection (…
Upaya meningkatkan keselamatan pasien dalam penggunaan radiasi medis terus diperkuat dengan penerapan Diagnostic Reference Level (DRL) sebagai standar referensi nasional. DRL menjadi alat yang terbukti efektif dalam mengoptimalkan proteksi radiasi bagi pasien dan memastikan dosis yang diterima tetap dalam batas aman. DRL digunakan sebagai alat investigasi untuk mengidentifikasi dosis radiasi…
Bagi ibu hamil atau wanita yang menduga dirinya sedang mengandung, perhatian terhadap paparan radiasi medis sangat penting. Janin dalam kandungan memiliki sensitivitas tinggi terhadap radiasi, sehingga perlu langkah proteksi khusus agar tetap aman. Berdasarkan informasi dari Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), risiko paparan radiasi bergantung pada tahap kehamilan, jenis pemeriksaan, dan…
Dalam dunia radiologi, keakuratan dosis radiasi sangat penting demi keselamatan pasien. Salah satu parameter utama dalam pencitraan CT Scan adalah nilai Computed Tomography Dose Index Weighted (CTDIw) yang harus diverifikasi secara berkala. Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) melalui Pusat Pengkajian Sistem dan Teknologi Pengawasan Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif (P2STPFRZR) menjelas…
Proteksi radiasi bagi anak-anak saat menjalani prosedur medis intervensional menjadi perhatian utama para tenaga medis. Pasalnya, jaringan tubuh anak yang masih berkembang lebih rentan terhadap paparan radiasi dibandingkan orang dewasa. Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) melalui Pusat Pengkajian Sistem dan Teknologi Pengawasan Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif (P2STPFRZR) mengeluarkan…
Fluoroskopi, salah satu teknik pencitraan medis yang menggunakan sinar-X, memang sangat membantu dalam diagnosis dan prosedur medis. Namun, paparan radiasi yang dihasilkan selama prosedur ini perlu dikelola dengan baik untuk melindungi pasien. Berikut adalah 10 langkah penting yang dapat dilakukan untuk meminimalkan paparan radiasi pada pasien saat menjalani fluoroskopi. Maksimalkan Jarak an…