Tujuan pengkajian adalah mengkaji segenap unsur dan aspek yang termasuk dalam Batasan dan Kondisi Operasi (BKO) yang sesuai untuk diterapkan pada reaktor penelitian sehingga diperoleh jaminan yang memadai atas tercapainya keselamatan pengoperasian reaktor melalui pemenuhan terhadap BKO tersebut. Hasil kajian ini selanjutnya dapat dimanfaatkan oleh unit kerja yang terkait, khususnya DP2IBN, untu…
Pengkajian teknis pengawasan tapak reaktor daya aspek vulkanologi sangat diperlukan untuk mengidentifikasi potensi bahaya eksternal yang dapat membahayakan keselamatan pengoperasian PLTN. Bahaya eksternal yang menjadi perhatian pada kajian ini meliputi jatuhan tephra; aliran piroklastik densitas : aliran piroklastik, gelombang (surges) dan ledakan (blast); aliran lava dan kubah lava; longsoran …
Pengkajian teknis evaluasi pengawasan reaktor daya ini difokuskan pada identifikasi dan karakterisasi parameter tapak dalam merumuskan ketentuan keselamatan untuk evaluasi tapak PLTN sehingga dapat dibagi baik bagi Badan Pengawas sebagai acuan untuk merevisi Perka No. 5 Tahun 2007 atau merevisi penetapan persyaratan evaluasi tapak reaktor nuklir dalam rangka mengkarakterisasi kondisi spesifik t…
DS 417 yang selanjutnya disebut dokumen merupakan respons dari adanya perubahan iklim global yang dapat mengancam keelamatan pengoperasian PLTN ataupun instalasi nuklir lainnya. Dokumen ini menggabungkan 2 safety guide sebelumnya yang telah dirilis oleh IAEA yang memberikan pedoman dalam melakukan evaluasi tapak PLTN untuk aspek meteorologi dan aspek hidrologi, yaitu NS G 3.4 dan NS G 3.5. Di s…
Tujuan dari pengkajian ini adalah: Pengumpulan data tentang pengelolaan bahan bakar nuklir bekas dan limbah radioaktif yang ada di Indonesia guna membantu dalam penyusunan National Report yang nantinya akan disampaikan di Review Meeting Joint Convention on the Safety of Spent Fuel Management and on the Safety of Radioactive Management; dan Pengembangan kebijakan pengawasan tentang pengelolaan l…
Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk melakukan kajian terhadap metoda analisis dan pelaporan Boswell serta pedoman pengelolaan eksplorasi, penambangan dan pemrosesan mineral yang digunakan oleh pemerintah Australia untuk mengawasi penambangan dan pemrosesan mineral yang mengandung bahan sumber; dan melakukan perbandingan antara ketentuan yang terkait penambangan dan pemrosesan mineral radioa…
Tujuan dari kajian ini ditujukan untuk dapat digunakan di BAPETEN sebagai masukan teknis ilmiah bagi Direktorat Pengaturan, Perijinan, Inspeksi dan unit terkait lain dalam hal pengawasan pemanfaatan tenaga nuklir khususnya pada fasilitas instalasi nuklir non reaktor. Pengkajian ini dilaksanakan dalam rangka menunjang keperluan pengawasan terhadap keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan u…
Pengkajian evaluasi pengawasan instalasi nuklir non reaktor ini dilakukan untuk memfasilitasi permasalahan terkait FINAS (Fuel Incident Notification and Analysis System), kajian optimasi target iradiasi radioisotop Tc99 berbasis uranium pengayaan rendah di RSG-GAS, dan kajian pendukung pengawasan bahan sumber pada pertambangan pasir zirkon. Hasil kajian ini ditujukan untuk dapat digunakan di BA…
Tujuan dari kajian ini adalah dihasilkannya laporan kajian teknis tentang pertanggungjawaban terhadap kerugian nuklir dalam instalasi nuklir yang dilaksanakan oleh P2STPIBN – BAPETEN untuk mendukung Direktorat Pengaturan Perizinan Instalasi dan Bahan Nuklir (DP2IBN) - BAPETEN dalam menyusun peraturan tentang Sistem Pertanggungjawaban Kerugian Nuklir di Indonesia yang memadai. (Jml)
Tujuan dari kajian perhitungan kritikalitas teras RSG-GAS dan burn-up bahan bakar RSG-GAS menggunakan MCNP-Origen ini secara umum adalah untuk memperoleh besar nilai kritikalitas teras RSG-GAS dan nilai burn-up bahan bakar RSG-GAS yang telah dikeluarkan dari teras reaktor setelah dioperasikan beberapa siklus operasi. Lebih khusus lagi tujuan yang ingin dicapai dalam kajian ini antara lain: Meng…