Hasil Kajian
Kajian Pengawasan Paparan Medik di Fasilitas Radiologi Diagnostik dan Intervensional, TA. 2013
Dokumen ini merupakan laporan hasil kajian yang dilaksanakan oleh Pusat Pengajian Sistem dan Teknologi Pengawasan Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif (P2STPFRZR) BAPETEN pada tahun anggaran 2013. Kajian ini berfokus pada pengawasan paparan medik di fasilitas radiologi diagnostik dan intervensional, dengan penekanan pada hubungan antara dosis pasien dan kualitas citra radiologi.
Latar belakang kajian ini adalah belum tersedianya informasi yang memadai secara nasional mengenai dosis pasien dan mutu citra dalam pemeriksaan radiologi, meskipun isu ini telah menjadi perhatian internasional, sebagaimana dipromosikan oleh IAEA melalui platform Radiation Protection of Patients (RPOP). Kajian bertujuan untuk memperoleh data komprehensif mengenai kinerja pesawat sinar-X, dosis yang diterima pasien, serta faktor-faktor lain yang memengaruhi hasil diagnostik.
Hasil kajian menunjukkan bahwa kinerja pesawat sinar-X bukan satu-satunya faktor penentu dosis pasien. Kompetensi sumber daya manusia, seperti radiografer dan dokter spesialis radiologi, serta prosedur yang diterapkan, turut berkontribusi secara signifikan terhadap optimalisasi dosis dan kualitas citra. Dengan demikian, pendekatan pengawasan perlu mempertimbangkan aspek teknis dan non-teknis secara terintegrasi.
Kajian ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk praktisi rumah sakit, klinik, PTKMR-BATAN, serta unit terkait di lingkungan BAPETEN seperti Direktorat Pengaturan, Perizinan, dan Inspeksi FRZR, dan Dewan Keselamatan dan Ketenaganukliran (DK2N). Hasil kajian diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan pengawasan paparan medik di Indonesia serta mendukung peningkatan keselamatan pasien dalam pelayanan radiologi (Tim Perpustakaan).