Artikel
Development of Nuclear Security Detection Architecture Program Implementation in Indonesia | Prosiding SKN 2024
Pemerintah Indonesia melalui Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) mengumumkan rencana besar dalam memperkuat keamanan nuklir nasional dengan pemasangan 26 unit Radiation Portal Monitor (RPM) dan 113 unit Personal Radiation Detector (PRD) di berbagai pelabuhan dan bandara utama.
Langkah ini dilakukan sebagai respons atas potensi ancaman penyelundupan zat radioaktif di wilayah kepulauan Indonesia yang memiliki lebih dari 17.000 pulau, 1.241 pelabuhan, dan 237 bandara.
Dalam paparan pada Seminar Keselamatan Nuklir 2024, BAPETEN memaparkan hasil kajian Nuclear Security Detection Architecture (NSDA) yang mengklasifikasikan pelabuhan dan bandara berdasarkan tingkat ancaman, menjadi tiga kategori.
Kategori Kelas 1, yang mencakup sepuluh pelabuhan dan bandara dengan ancaman tertinggi, akan mendapatkan prioritas pemasangan satu RPM dan tiga PRD di masing-masing titik. Sedangkan Kategori Kelas 2, yang terdiri dari sepuluh titik dengan ancaman sedang, akan mendapatkan tiga PRD tanpa RPM. Adapun Kategori Kelas 3, yang memiliki tingkat ancaman lebih rendah, akan mengandalkan informasi intelijen untuk deteksi dini.
"Pemasangan alat deteksi radiasi ini menjadi langkah penting untuk mencegah penyelundupan zat radioaktif dan melindungi masyarakat serta lingkungan," ujar E.H. Riyadi, perwakilan BAPETEN.
Dalam rencana implementasinya, pengadaan RPM dan PRD akan dilakukan secara bertahap selama enam tahun, dimulai pada 2025 hingga 2030, mempertimbangkan keterbatasan anggaran negara.
Selain itu, kebijakan ini juga berlandaskan berbagai peraturan nasional dan internasional, termasuk UU No. 10/1997 tentang Ketenaganukliran dan konvensi internasional seperti International Convention for the Suppression of Acts of Nuclear Terrorism.
"Sinergi lintas kementerian dan lembaga terkait sangat penting agar program ini berhasil, termasuk kerja sama dengan Direktorat Jenderal Bea Cukai dan aparat keamanan lainnya," tambah Riyadi.
Langkah strategis ini diharapkan dapat menjadikan Indonesia lebih siap menghadapi tantangan keamanan nuklir global, sekaligus memperkuat komitmen Indonesia terhadap perjanjian internasional terkait non-proliferasi senjata nuklir dan keamanan zat radioaktif.
Judul | Edisi | Bahasa |
---|---|---|
NUCLEAR SECURITY CULTURE (e-book) | - | en |