Makalah
Konsep Penerapan Manajemen Pengetahuan di BAPETEN
Dalam upaya memperkuat profesionalisme dan efektivitas pengawasan tenaga nuklir di Indonesia, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) memperkenalkan Konsep Penerapan Knowledge Management (KM) sebagai fondasi menuju organisasi pembelajar berkelas dunia.
BAPETEN menegaskan bahwa di era teknologi tinggi, pengetahuan merupakan aset strategis organisasi. Melalui konsep KM, lembaga ini berkomitmen untuk mengelola, menyebarluaskan, dan memelihara pengetahuan agar setiap pegawai dapat bekerja secara efektif, efisien, dan inovatif.
Dalam dokumen tersebut dijelaskan bahwa penerapan KM di BAPETEN berfokus pada tiga pilar utama: manusia, proses, dan teknologi. Melalui sinergi ketiganya, diharapkan aliran pengetahuan di lingkungan organisasi menjadi lebih lancar, sehingga dapat mendukung proses pembelajaran berkelanjutan dan pengawasan yang profesional.
Konsep KM juga menekankan pentingnya peran “knowledge worker” — individu yang berorientasi pada pembelajaran, inovasi, dan kolaborasi. Mereka menjadi penggerak utama dalam menjaga keunggulan kompetitif organisasi melalui berbagai kegiatan berbagi pengetahuan dan pengembangan diri.
Selain itu, BAPETEN telah merumuskan visi dan misi KM yang sejalan dengan visi lembaga untuk menjadi badan pengawas ketenaganukliran kelas dunia. Visi KM menekankan terwujudnya organisasi pembelajar yang mampu mengelola aset pengetahuan secara optimal dan mendorong inovasi di bidang pengawasan nuklir.
Melalui penerapan KM ini, BAPETEN berupaya menghindari kehilangan pengetahuan penting, mempercepat inovasi, dan menciptakan lingkungan kerja yang berbasis kolaborasi. Diharapkan, langkah strategis ini tidak hanya meningkatkan kinerja internal, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap pengawasan nuklir yang aman, transparan, dan berdaya saing global (Tim Perpustakaan).
| Judul | Edisi | Bahasa |
|---|---|---|
| Buku Pedoman Manajemen Pengetahuan BAPETEN 2015 | id |