Artikel
Evaluasi Dosis Radiasi dan Penetapan Tingkat Panduan Diagnostik Lokal CT Scan Pediatri Tingkat Fasilitas Rumah Sakit | JUPETEN 2025
Tim peneliti dari RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso bersama Universitas Brawijaya menemukan bahwa dosis radiasi yang diterima pasien anak (pediatri) pada pemeriksaan CT Scan kepala masih lebih tinggi dibandingkan dengan batas acuan nasional maupun internasional. Penelitian ini dipublikasikan dalam Jurnal Pengawasan Tenaga Nuklir (Jupeten) Volume 5 Nomor 2, Desember 2025.
Dalam studi yang melibatkan 427 pasien anak berusia di bawah 15 tahun, para peneliti mencatat nilai dosis radiasi berdasarkan parameter CTDIvol dan DLP. Hasilnya menunjukkan bahwa semua kelompok usia memiliki dosis yang melebihi Tingkat Panduan Diagnostik (TPD) Nasional, bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan sejumlah penelitian di luar negeri. Dosis radiasi juga cenderung meningkat seiring bertambahnya usia pasien.
Peneliti utama, Inganatul Islamiyah, menjelaskan bahwa optimalisasi sangat diperlukan agar paparan radiasi pada anak dapat ditekan tanpa menurunkan kualitas citra diagnostik. Upaya optimisasi disarankan melalui penyesuaian panjang area pemindaian dan modifikasi protokol pemeriksaan, sesuai dengan prinsip keselamatan radiasi ALARA (As Low As Reasonably Achievable).
Selain faktor teknis alat, penelitian ini juga menyoroti perbedaan kompetensi operator dan variasi karakteristik tubuh anak sebagai penyebab perbedaan dosis antar pasien. Tim peneliti menyarankan agar pelatihan rutin bagi tenaga radiologi terus dilakukan untuk menjaga keselamatan pasien, terutama pada kelompok usia anak yang memiliki radiosensitivitas tinggi.
Penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi rumah sakit di Indonesia untuk menetapkan Tingkat Panduan Diagnostik Lokal (TPD Lokal) dan melakukan pemantauan berkala terhadap dosis radiasi CT Scan, guna melindungi pasien anak dari risiko efek jangka panjang radiasi pengion (Tim Perpustakaan)