Artikel
Evaluasi Dosis Tambahan dari Cone Beam Computed Tomography (CBCT) pada Image Guided Radiotherapy (IGRT) kasus kanker head and neck, payudara, dan pelvis | JUPETEN 2025
Para peneliti dari Universitas Nasional Jakarta dan Rumah Sakit Fatmawati menemukan bahwa penggunaan teknologi Cone Beam Computed Tomography (CBCT) dalam prosedur Image Guided Radiotherapy (IGRT) dapat menambah dosis radiasi yang diterima pasien kanker, meskipun tetap berada dalam batas aman. Penelitian ini menyoroti pentingnya pemilihan protokol pencitraan yang tepat untuk menjaga keselamatan pasien tanpa mengorbankan kualitas gambar medis.
Dalam studi yang dilakukan di Rumah Sakit Fatmawati Jakarta, tim meneliti tiga jenis protokol CBCT untuk tiga jenis kanker berbeda: kepala dan leher, payudara, serta pelvis. Hasil menunjukkan bahwa protokol Pelvis L20 menghasilkan dosis tertinggi sebesar 24,7 mGy, sementara Breast Left S20 CW sebesar 14,3 mGy, dan Fast Head and Neck S20 CW hanya 0,7 mGy. Meskipun demikian, penambahan dosis tersebut sebagian besar masih dalam batas aman sesuai rekomendasi ICRU Report 50, yaitu variasi antara -5% hingga +7%.
Untuk kasus kanker kepala dan leher, penggunaan protokol breast left S20 CW justru memberikan tambahan dosis hingga 12,85%, melebihi batas rekomendasi, sehingga peneliti menyarankan penggunaan protokol yang lebih rendah seperti fast head and neck S20 CW. Sementara untuk kanker payudara dan pelvis, protokol tertentu tetap aman digunakan selama disesuaikan dengan karakteristik pasien dan kebutuhan klinis.
Penelitian ini menegaskan bahwa optimalisasi penggunaan CBCT harus dilakukan secara individual pada setiap pasien untuk menyeimbangkan antara akurasi terapi dan keselamatan radiasi. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi rumah sakit di Indonesia dalam menerapkan radioterapi yang lebih aman dan efektif (Tim Perpustakaan).
| Judul | Edisi | Bahasa |
|---|---|---|
| Instrumentasi Pemindai Tomografi Komputer (CT-Scan) | Pertama | id |