Artikel
Evaluasi Pengaruh Perbedaan Luas Kolimasi Terhadap Dosis dan Kualitas Citra Pada Pemeriksaan Vertebrae Lumbal di Instalasi Radiologi RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo | JUPETEN 2025
Peneliti dari RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, Purwokerto, menemukan bahwa pembatasan luas kolimasi pada pemeriksaan rontgen tulang belakang bagian bawah (vertebrae lumbal) secara signifikan mampu menurunkan dosis radiasi yang diterima pasien tanpa mengurangi kualitas citra medis.
Dalam penelitian yang dipublikasikan pada Jurnal Pengawasan Tenaga Nuklir (Jupeten) edisi Desember 2025, Dita Kusumaningrum dan tim mengevaluasi tiga ukuran kolimasi—42x36 cm, 42x30 cm, dan 42x24 cm—pada pemeriksaan vertebrae lumbal. Hasilnya, ukuran terkecil (42x24 cm) menghasilkan Signal-to-Noise Ratio (SNR) dan Contrast-to-Noise Ratio (CNR) tertinggi, dengan dosis radiasi yang jauh lebih rendah.
Melalui audit terhadap 30 pasien dewasa sebelum dan sesudah optimisasi, penelitian mencatat penurunan Diagnostic Reference Level (DRL) lokal sebesar 22,58% untuk proyeksi anteroposterior (AP) dan 7,66% untuk proyeksi lateral. Artinya, dengan pengaturan kolimasi yang lebih tepat, pasien dapat menerima paparan radiasi lebih sedikit tanpa mengorbankan kualitas gambar diagnostik.
“Pembatasan luas kolimasi menjadi langkah sederhana namun efektif untuk optimisasi proteksi radiasi,” ujar Kusumaningrum dalam artikelnya. Ia menegaskan bahwa hasil penelitian ini dapat menjadi dasar kebijakan dalam peningkatan keselamatan pasien dan efisiensi penggunaan radiasi di rumah sakit.
Penelitian ini juga menekankan pentingnya penerapan prinsip ALARA (As Low As Reasonably Achievable) dalam praktik radiologi, agar dosis radiasi yang diterima pasien tetap serendah mungkin dengan tetap mempertahankan kualitas diagnostik yang optimal (Tim Perpustakaan).
| Judul | Edisi | Bahasa |
|---|---|---|
| Uji Kesesuaian Kolimasi Pesawat Fluoroskopi di Instalasi Radiologi RSD Mangusada Badung | Prosiding SKN 2023 | id |