Artikel
Kolaborasi Profesi di Instalasi Radiologi Sebagai Upaya Improvement Budaya Keselamatan Radiasi Bagi Pasien | JUPETEN 2025
Upaya meningkatkan keselamatan pasien dalam layanan radiologi kini semakin inovatif. Instalasi Radiologi RSUD Karawang berhasil mengembangkan sebuah aplikasi digital bernama KolaboRadiasi yang dirancang untuk memperkuat kolaborasi lintas profesi dan membangun budaya keselamatan radiasi bagi pasien.
Aplikasi ini lahir dari penelitian yang dilakukan oleh tim tenaga kesehatan RSUD Karawang, melibatkan dokter radiologi, radiografer, perawat, fisikawan medis, petugas proteksi radiasi, hingga staf administrasi. KolaboRadiasi dikembangkan sebagai media komunikasi dan dokumentasi terintegrasi, sehingga setiap profesi dapat bekerja lebih selaras dalam pelayanan berbasis radiasi.
Dalam praktik medis, penggunaan radiasi seperti sinar-X dan CT Scan memang memberikan manfaat diagnostik yang besar. Namun, tanpa pengelolaan yang baik, paparan radiasi juga berpotensi menimbulkan risiko bagi pasien. Karena itu, kolaborasi dan dokumentasi yang tertib menjadi kunci utama keselamatan.
Melalui KolaboRadiasi, berbagai aspek penting pelayanan radiologi terdokumentasi secara digital, mulai dari justifikasi tindakan dokter, persiapan pasien, laporan anestesi, jaminan mutu dan pemeliharaan alat, standar prosedur operasional (SPO), hingga data pekerja radiasi. Aplikasi ini dapat diakses melalui ponsel maupun komputer, sehingga memudahkan koordinasi secara real-time.
Hasil uji coba terhadap 22 tenaga kesehatan menunjukkan respons yang sangat positif. Mayoritas pengguna menilai aplikasi ini mudah digunakan, mempercepat alur kerja, dan mengurangi ketergantungan pada pencatatan manual. Tak hanya itu, KolaboRadiasi juga dinilai mampu meningkatkan komunikasi antarprofesi dan berkontribusi langsung pada peningkatan keselamatan pasien.
Salah satu keunggulan KolaboRadiasi adalah pengembangannya yang memanfaatkan platform no-code, sehingga relatif murah, fleksibel, dan mudah disesuaikan dengan kebutuhan rumah sakit. Meski masih memiliki keterbatasan, seperti ketergantungan pada koneksi internet dan belum terintegrasi langsung dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), aplikasi ini dinilai sangat potensial untuk diadopsi secara lebih luas.
Ke depan, pengembang merekomendasikan agar KolaboRadiasi diimplementasikan secara resmi di Instalasi Radiologi RSUD Karawang, disertai pelatihan berkelanjutan bagi tenaga kesehatan. Dengan dukungan manajemen dan pengembangan lebih lanjut, inovasi digital ini diharapkan dapat menjadi model penerapan budaya keselamatan radiasi di fasilitas kesehatan lainnya.
Inovasi ini menegaskan bahwa transformasi digital di sektor kesehatan bukan hanya soal teknologi, tetapi juga tentang membangun kolaborasi, budaya keselamatan, dan pelayanan yang lebih aman bagi pasien (Tim Perpustakaan).
| Judul | Edisi | Bahasa |
|---|---|---|
| Budaya Keselamatan Dan Kebijakan Keselamatan Nuklir BAPETEN | id |