Artikel
Optimisasi Dosis Radiasi dan Kualitas Citra Pada Pemeriksaan CT Triple Rule-Out Dengan Metode Retrospective Modified Helical Scanning | JUPETEN 2025
Pemeriksaan nyeri dada sering kali menjadi tantangan di layanan kesehatan karena bisa disebabkan oleh berbagai kondisi serius, mulai dari gangguan jantung, pembuluh darah paru, hingga aorta. Kabar baik datang dari dunia radiologi: sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa pemeriksaan CT Triple Rule-Out (CT TRO) kini dapat dilakukan dengan dosis radiasi yang jauh lebih rendah tanpa mengorbankan kualitas gambar.
Penelitian yang dilakukan di RSKJP Melinda Cardio Vascular Center Bandung ini mengkaji penggunaan metode retrospective modified helical scanning pada pemeriksaan CT Triple Rule-Out. Metode ini memungkinkan dokter melihat tiga organ penting—arteri koroner, arteri pulmonalis, dan aorta—dalam satu kali pemindaian, sehingga diagnosis bisa ditegakkan lebih cepat dan menyeluruh.
Hasilnya cukup mengesankan. Dari 22 pasien yang diteliti, metode ini berhasil menurunkan dosis radiasi total hingga 28,42 persen dibandingkan metode rujukan sebelumnya. Meski dosis lebih rendah, kualitas citra tetap terjaga dengan baik. Sebanyak 63,63 persen gambar dinilai berkualitas baik, minim noise, tanpa artefak, dan cukup tajam untuk kebutuhan diagnosis.
Tak hanya itu, penggunaan volume media kontras yang lebih rendah juga menjadi nilai tambah, sehingga lebih aman bagi pasien, khususnya mereka yang memiliki risiko gangguan ginjal. Pemeriksaan ini terbukti efektif mendeteksi berbagai kondisi, mulai dari stenosis pembuluh darah jantung, kelainan paru, hingga gangguan pada aorta.
Temuan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara dokter radiologi, dokter jantung, radiografer, dan fisikawan medis mampu menghasilkan inovasi nyata dalam pelayanan kesehatan. Dengan metode yang lebih efisien dan aman, CT Triple Rule-Out berpotensi menjadi pilihan unggulan dalam penanganan cepat kasus nyeri dada, tanpa membebani pasien dengan paparan radiasi berlebih.
Singkatnya, teknologi boleh canggih, tapi ketika dibuat lebih aman dan tetap akurat—itulah kemajuan yang benar-benar dirasakan pasien (Tim Perpustakaan)