Hasil Kajian
REKOMENDASI KEBIJAKAN JURNAL PENGAWASAN KETENAGANUKLIRAN (JUPETEN) Seri Rekomendasi Kebijakan TA 2025
Jurnal Pengawasan Tenaga Nuklir (JUPETEN) yang diterbitkan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) mencatat capaian penting sepanjang 2025. Dalam dua edisi reguler Volume 5 Nomor 1 dan 2, jurnal ini berhasil mempublikasikan 19 artikel ilmiah yang sebagian besar merupakan hasil penelitian berbasis bukti empiris.
Penerbitan JUPETEN menjadi bagian dari strategi penguatan budaya ilmiah dan evidence-based policy dalam pengawasan ketenaganukliran di Indonesia. Selain meningkatkan kapasitas internal, jurnal ini juga memperluas jejaring kolaborasi dengan akademisi, rumah sakit, serta lembaga riset nasional.
Didominasi Artikel Penelitian dan Kolaborasi Eksternal
Dari total 19 artikel yang terbit, sebanyak 17 artikel (sekitar 89%) merupakan artikel penelitian (research article), sementara dua lainnya berupa artikel tinjauan (review article). Dominasi artikel penelitian menunjukkan kuatnya fondasi kajian empiris dalam mendukung perumusan kebijakan pengawasan.
Menariknya, kontribusi penulis eksternal mengalami peningkatan signifikan pada edisi kedua, mencerminkan meningkatnya kepercayaan komunitas ilmiah terhadap JUPETEN sebagai media publikasi yang kredibel dan terbuka.
Seluruh artikel dipublikasikan secara open access melalui laman resmi jurnal, sehingga dapat diakses bebas oleh masyarakat, praktisi industri, akademisi, hingga pemangku kepentingan internasional.
Fokus Besar pada Keselamatan Radioterapi dan Proteksi Pasien
Sebagian besar artikel tahun ini mengangkat isu keselamatan fasilitas radioterapi, khususnya penggunaan LINAC, CT Scan, hingga evaluasi dosis tambahan pada prosedur CBCT dalam terapi kanker.
Berbagai studi mendorong:
- Penyempurnaan pedoman teknis desain bunker LINAC berbasis simulasi Monte Carlo,
- Integrasi dosis imaging ke dalam perhitungan total terapi radiasi,
- Penetapan Diagnostic Reference Level (DRL) untuk CT pediatri,
- Audit dosis eksternal berbasis Cobalt-60 sebagai jaminan kualitas terapi kanker.
Rekomendasi tersebut memperkuat pendekatan pengawasan dari sekadar kepatuhan administratif menuju optimisasi keselamatan pasien secara menyeluruh.
Antisipasi Teknologi PLTN dan Perubahan Iklim
Di sektor pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN), beberapa artikel memberikan rekomendasi strategis terkait evaluasi regulasi PP No. 42 Tahun 2022 agar adaptif terhadap perkembangan teknologi Generasi III, IV, dan Small Modular Reactor (SMR).
Selain itu, isu ketahanan iklim (climate resilience) juga mendapat perhatian. Artikel mengenai penguatan regulasi PLTN terhadap perubahan iklim mendorong kewajiban analisis bahaya iklim jangka panjang seperti kenaikan muka air laut dan cuaca ekstrem dalam dokumen keselamatan.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan kesiapan regulasi nasional selaras dengan praktik internasional dan standar keselamatan global.
Regulasi Material NORM dan Ekonomi Sirkular
Isu pemanfaatan ulang tin slag yang mengandung NORM (Naturally Occurring Radioactive Material) juga menjadi perhatian. Penelitian dalam JUPETEN 2025 merekomendasikan penyusunan pedoman teknis serta standar nasional terkait pemanfaatan material tersebut dalam konstruksi bangunan.
Upaya ini bertujuan mendukung ekonomi sirkular yang aman, sekaligus melindungi masyarakat dari potensi paparan radiasi alam yang meningkat akibat penggunaan material industri tertentu.
Dorong Akreditasi Nasional dan Penguatan SDM
Kepala Pusat Pengkajian Sistem dan Teknologi Pengawasan Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif, Dedik Eko Sumargo, dalam pengantarnya menyampaikan bahwa JUPETEN tidak hanya menjadi sarana diseminasi ilmiah, tetapi juga instrumen strategis dalam mempersiapkan akreditasi nasional jurnal.
Melalui penguatan tata kelola jurnal elektronik, peningkatan kualitas naskah, serta konsistensi proses peer review, JUPETEN diarahkan menjadi rujukan utama di bidang pengawasan ketenaganukliran.
Menuju Regulasi Berbasis Bukti
Secara keseluruhan, JUPETEN 2025 menegaskan peran publikasi ilmiah sebagai landasan perumusan kebijakan yang adaptif, berbasis risiko, dan responsif terhadap perkembangan teknologi.
Dengan meningkatnya jumlah artikel, diversifikasi afiliasi penulis, serta keluasan tema mulai dari keselamatan radioterapi, pengelolaan NORM, hingga regulasi PLTN dan ketahanan iklim, JUPETEN semakin mengukuhkan diri sebagai motor penguatan pengawasan nuklir nasional.
Penerbitan ini menjadi sinyal kuat bahwa pengawasan ketenaganukliran Indonesia bergerak menuju tata kelola yang lebih ilmiah, transparan, dan berorientasi pada keselamatan publik (Tim Perpustakaan).
| Judul | Edisi | Bahasa |
|---|---|---|
| Jurnal Pengawas Tenaga Nuklir | id |