Hasil Kajian
LAPORAN REKOMENDASI KEBIJAKAN PENYIAPAN INFRASTRUKTUR PENILAIAN BUDAYA KESELAMATAN DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN | Seri Rekomendasi Kebijakan TA 2025
Pemerintah melalui Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) menyiapkan langkah baru untuk memperkuat keselamatan penggunaan radiasi di fasilitas pelayanan kesehatan. Upaya ini dituangkan dalam dokumen kebijakan tentang penyiapan infrastruktur penilaian budaya keselamatan di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya yang menggunakan radiasi, seperti radiologi dan radioterapi.
Kenapa Ini Penting?
Radiasi pengion banyak dimanfaatkan di dunia medis, misalnya untuk rontgen, CT scan, dan terapi kanker. Meski sangat membantu diagnosis dan pengobatan, penggunaan radiasi tetap memiliki risiko jika tidak dikelola dengan baik.
Karena itu, keselamatan tidak hanya soal alat yang canggih, tetapi juga soal budaya kerja. Budaya keselamatan berarti setiap tenaga kesehatan—mulai dari pimpinan hingga petugas teknis—menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama dalam setiap tindakan.
Apa yang Sedang Disiapkan?
BAPETEN tidak hanya mewajibkan rumah sakit mematuhi aturan, tetapi juga menyiapkan sistem untuk menilai sejauh mana budaya keselamatan benar-benar diterapkan.
Beberapa langkah yang direkomendasikan antara lain:
- Penyusunan instrumen atau kuesioner penilaian budaya keselamatan
- Penilaian secara berkala, baik oleh internal rumah sakit (penilaian diri) maupun pihak independen (penilaian mandiri)
- Penguatan regulasi dan pedoman teknis
- Pengembangan sumber daya manusia yang memahami proteksi radiasi
- Pemanfaatan teknologi digital untuk pelaporan dan evaluasi
- Sosialisasi dan kampanye keselamatan radiasi
Hasil Survei Awal
Sebagai tahap awal, telah dilakukan survei pada fasilitas radioterapi di Indonesia. Survei ini memberikan gambaran tentang:
- Tingkat pemahaman tenaga kesehatan terhadap keselamatan radiasi
- Peran kepemimpinan dalam mendorong keselamatan
- Sejauh mana komunikasi dan pelaporan insiden berjalan dengan baik
- Budaya saling mengingatkan dan bertanggung jawab terhadap risiko radiasi
- Hasilnya menjadi dasar untuk menyusun strategi peningkatan secara nasional.
Apa Manfaatnya bagi Masyarakat?
Bagi masyarakat, kebijakan ini memberikan rasa aman tambahan. Artinya, rumah sakit yang menggunakan radiasi tidak hanya memiliki izin, tetapi juga dinilai secara berkala dari sisi komitmen dan budaya keselamatannya.
Dengan sistem yang lebih terstruktur, pasien dapat lebih yakin bahwa prosedur medis yang melibatkan radiasi dilakukan dengan standar perlindungan yang ketat—baik untuk pasien, tenaga medis, maupun lingkungan sekitar.
Menuju Standar Nasional yang Lebih Kuat
Melalui rekomendasi ini, BAPETEN ingin memastikan bahwa keselamatan radiasi bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi menjadi kebiasaan dan karakter kerja di setiap fasilitas kesehatan.
Langkah ini juga sejalan dengan praktik internasional dan diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan yang memanfaatkan teknologi radiasi di Indonesia (Tim Perpustakaan).
| Judul | Edisi | Bahasa |
|---|---|---|
| Budaya Keselamatan Dan Kebijakan Keselamatan Nuklir BAPETEN | id |