Artikel
ANALISIS KESELAMATAN REAKTOR RSG-GAS SELAMA IRADIASI PIN TARGET 4,5%UO2 PADA POWER RAMP TEST FACILITY (PRTF) | Prosiding SKN 2019
Proses irradiasi pin bahan bakar terget di dalam PRTF menyebabkan perubahan reaktivitas reaktor. Penyisipan reaktivitas (insertion reactivity) mengakibatkan gangguan kinetik dan dinamik pada teras reaktor. Analisis keselamatan reaktor dibutuhkan untuk mengkonfirmasi kondisi reaktor tidak scram selama proses iradiasi berlangsung. Proses iradiasi pin target UO2 pada PRTF telah berhasil disimulasikan menggunakan kode komputer MCNP6 terintegrasi dengan PARET/ANL. MCNP6 digunakan untuk menghitung penyisipan reaktivitas dan Linear Heat Rate (LHR). Analisis thermohidrolik dilakukan dengan PARET/ANL untuk menentukan kecepatan maksimum gerak target. Pin target UO2 diasumsikan memiliki pengkayaan sebesar 4,5%. Pin target digerakkan masuk dan keluar PRTF terhadap teras reaktor. Perhitungan dilakukan pada saat pin target terletak pada posisi (0, 20, 40, 60, 80, 100, 200 dan 440) mm dari teras reaktor. Penyisipan reaktivitas maksimum terjadi ketika pin target pada posisi 40 mm yakni sebesar 0,052% dk/k akan tetapi, nilai tersebut masih memenuhi syarat batas yang diizinkan yaitu 0,5% dk/k. Pada daya operasi maksimum reaktor 30 MW, LHR tertinggi mencapai 1100 watt/cm melebihi syarat batas LHR yang diizinkan 700 watt/cm. Oleh karena itu, hasil perhitungan merekomendasikan daya operasi reaktor maksimum adalah 18 MW yang menghasilkan nilai LHR tertinggi sebesar 660 watt/cm. Fenomena lain akibat adanya penyisipan reaktivitas menyebabkan daya reaktor berosilasi selama proses iradiasi berlangsung. Dengan menerapkan syarat batas over power trip signal dan positif floating limit value, maka penelitian ini merekomendasikan kecepatan gerak pin target kurang dari 145 mm/s untuk daya operasi reaktor 18 MW agar reaktor tidak scram.