Artikel
TELAAH DOKUMEN IAEA DS 507 “SEISMIC HAZARDS IN SITE EVALUATION FOR NUCLEAR INSTALLATIONS” DAN KESESUAIANNYA DENGAN KONDISI DI INDONESIA | Prosiding SKN 2019
Dokumen DS 507 direncanakan untuk diterbitkan menggantikan SSG-9. Perubahan tersebut dilakukan dengan berbagai pertimbangan diantaranya adalah bahwa kajian bahaya seismik merupakan topik ilmu multi displin yang melibatkan pengetahuan dan teknik dari geologi, geofisika dan seismologi. Selain itu displin ilmu tersebut memiliki perkembangan teknologi yang relatif cepat sehingga perkembangan teknologi ini merupakan salah satu keuntungan dan inovasi untuk mengurangi ketidakpastian dalam kajian bahaya seismik. Ketidakpastian inilah yang merupakansalah satu faktor yang disorot dalam peristiwa gempa bumi dan tsunami di Fukushima pada tahun 2011. Makalah ini membahas telaah/isi dari DS 507 IAEA, dari sudut pandang kondisi di Indonesia, dalam hal ini salah satunya adalah berdasarkan Perka BAPETEN No. 8 Tahun 2013. Sehingga didapatkan masukan untuk keperluan perbaikan dokumen DS 507 tersebut. Dari hasil telaah ini telah didapatkan beberapa masukan/reviu yang berguna bagi penyempurnaan dokumen ini sehingga dapat diterapkan di Indonesia.
| Judul | Edisi | Bahasa |
|---|---|---|
| Seismic Design and Qualitification for Nuclear Power Plants, Safety Guide | - | en |