Book
Perempuan menyulam bumi : rekam jejak lima tahun Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara
Buku ini merupakan catatan inspiratif dari perjalanan lima tahun Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara (GPTP). Melalui metafora "menyulam bumi", perempuan diposisikan sebagai sosok yang tidak sekadar menanam bibit, namun telaten merawat dan menghidupkan kembali lahan-lahan kritis. Dari Aceh hingga Papua, buku ini merekam jejak tujuh organisasi perempuan nasional yang bersinergi mengubah wajah lingkungan di Indonesia melalui aksi nyata yang penuh kesabaran layaknya jemari yang sedang menyulam kain.
Di dalamnya, pembaca diajak menyelami berbagai kisah unik dan humanis yang melampaui sekadar laporan teknis. Mulai dari tantangan "papan nama salah eja", komitmen unik "menikah wajib tanam 10 pohon", hingga momen tak terduga seperti terjebur ke kolam saat berfoto. Cerita-cerita ini menggambarkan bahwa perjuangan menjaga iklim dan ketahanan pangan seperti menanam cabai di pekarangan adalah kerja keras yang penuh warna, tawa, dan kadang kala air mata, namun tetap memberikan keuntungan ekonomi serta sosial bagi keluarga.
Lebih dari sekadar buku lingkungan, karya ini adalah bentuk apresiasi bagi para perempuan sebagai ujung tombak pelestarian alam. Dengan dukungan tokoh-tokoh penting seperti Ibu Ani Yudhoyono, buku ini menegaskan bahwa setiap pohon yang tumbuh adalah "tabungan" bagi anak cucu. Dengan gaya bahasa populer yang mengalir, pembaca akan terinspirasi untuk ikut menularkan "demam menanam" dan menyadari bahwa di tangan perempuan, bumi yang gersang pun bisa kembali hijau dan memberikan kehidupan. (Tim Perpustakaan)
| Judul | Edisi | Bahasa |
|---|---|---|
| Deklarasi dan Kerangka Aksi Beijing Bidang Kritis: "Perempuan & Kesehatan" serta Program Tindak Lanjutnya | - | id |