Kliping Elektronik
PLTN Bisa Menunggu, Tempo 16 Agustus 2015
Rencana Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) untuk membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) berskala kecil di Serpong memicu pro dan kontra serta menunjukkan ketidakpurnaan koordinasi di internal pemerintah. Silang pendapat terjadi antara Dewan Energi Nasional yang menolak rencana tersebut dengan Batan yang merujuk pada regulasi pembangunan nasional dan kebijakan energi. Di tingkat kementerian dan kepresidenan pun terjadi kesimpangsiuran sikap, meskipun desakan kebutuhan listrik nasional terus meningkat dan ada urgensi untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Mengingat trauma masa lalu seperti Tragedi Fukushima dan pentingnya keselamatan rakyat, pemerintah disarankan untuk menunda proyek strategis ini guna melakukan kajian yang menyeluruh. Sebelum mengambil keputusan akhir, Presiden Joko Widodo sebaiknya mengikuti pedoman International Atomic Energy Agency yang menekankan pentingnya konsensus nasional serta partisipasi publik yang utuh sebagai prasyarat utama. (Tim Perpustakaan)
| Judul | Edisi | Bahasa |
|---|---|---|
| Maju Mundur Tenaga Nuklir, Tempo 16 Agustus 2026 | id |