Book
Perpustakaan & budaya baca tulis
Di tengah derasnya arus informasi digital, keberadaan perpustakaan tetap memegang peran penting sebagai pusat pembelajaran, pelestarian pengetahuan, dan penggerak budaya literasi. Melalui buku Perpustakaan & Budaya Baca Tulis, Triningsih mengajak pembaca memahami bahwa membangun budaya baca tulis tidak cukup hanya dengan menyediakan koleksi buku. Diperlukan ekosistem yang mendukung, mulai dari keluarga, sekolah, masyarakat, hingga perpustakaan sebagai ruang belajar yang inklusif dan inspiratif. Buku ini diterbitkan oleh Azyan Mitra Media pada tahun 2019 dengan tebal 202 halaman.
Buku ini mengupas keterkaitan erat antara perpustakaan dan perkembangan budaya baca tulis di Indonesia. Penulis menjelaskan bahwa perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan koleksi, melainkan institusi yang memiliki tanggung jawab dalam menumbuhkan minat baca, meningkatkan kemampuan literasi informasi, serta mendorong masyarakat untuk menghasilkan karya tulis. Dengan demikian, perpustakaan diposisikan sebagai agen perubahan yang berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Salah satu kelebihan buku ini adalah kemampuannya menghubungkan konsep literasi dengan praktik di lapangan. Triningsih menunjukkan bahwa budaya baca tulis tidak akan tumbuh secara instan, tetapi memerlukan pembiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan. Perpustakaan didorong untuk menghadirkan layanan yang kreatif, program literasi yang menarik, serta kegiatan yang melibatkan masyarakat secara aktif. Pendekatan ini menjadikan perpustakaan sebagai ruang publik yang hidup dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Bahasa yang digunakan cukup komunikatif dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan. Penulis menyampaikan gagasan secara sistematis sehingga pembaca dapat mengikuti alur pembahasan dengan baik. Berbagai contoh mengenai pentingnya membaca, menulis, dan pemanfaatan perpustakaan membantu memperjelas konsep yang disampaikan. Hal ini membuat buku tidak hanya bermanfaat bagi pustakawan, tetapi juga bagi guru, mahasiswa, pegiat literasi, dan masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap pengembangan budaya baca.
Bagi pustakawan, buku ini memberikan perspektif bahwa keberhasilan perpustakaan tidak hanya diukur dari jumlah koleksi atau pengunjung, melainkan juga dari dampaknya terhadap peningkatan kemampuan literasi masyarakat. Perpustakaan diharapkan mampu menjadi pusat kegiatan belajar sepanjang hayat melalui berbagai inovasi layanan, seperti kelas literasi, bedah buku, pelatihan menulis, dan kegiatan komunitas membaca.
Meski demikian, pembaca yang mengharapkan pembahasan teknis mengenai pengelolaan perpustakaan atau strategi implementasi program literasi secara rinci mungkin akan merasa masih memerlukan referensi tambahan. Buku ini lebih menitikberatkan pada penguatan konsep, peran perpustakaan, dan pentingnya membangun budaya baca tulis daripada memberikan panduan operasional yang mendalam.
Secara keseluruhan, Perpustakaan & Budaya Baca Tulis merupakan bacaan yang relevan bagi siapa saja yang peduli terhadap pengembangan literasi di Indonesia. Buku ini mengingatkan bahwa membangun masyarakat yang gemar membaca dan menulis merupakan tanggung jawab bersama. Perpustakaan menjadi salah satu pilar utama dalam mewujudkan masyarakat pembelajar yang kritis, kreatif, dan berdaya saing. Oleh karena itu, buku ini layak menjadi koleksi perpustakaan sekolah, perguruan tinggi, perpustakaan umum, maupun dimiliki oleh para pegiat literasi (Tim Perpustakaan).
| Judul | Edisi | Bahasa |
|---|---|---|
| The Key Word: Perpustakaan di Mata Masyarakat | - | id |