Dokumen ini merupakan presentasi BAPETEN dalam Annual Meeting of the International Network for Nuclear Security Training and Support Center pada 19–21 Februari 2014, yang memperkenalkan Indonesia Center of Excellence on Nuclear Security and Emergency Preparedness (I‑CoNSEP). I‑CoNSEP dibentuk sebagai upaya nasional untuk memperkuat rezim keamanan nuklir dan kesiapsiagaan darurat di Indone…
Dokumen ini menyajikan konsep dan implementasi Indonesia Center of Excellence on Nuclear Security and Emergency Preparedness (I-CONSEP) yang disampaikan oleh Deputi Perizinan dan Inspeksi BAPETEN dalam acara di Yogyakarta pada 19 Agustus 2014. I-CONSEP dibentuk sebagai wadah untuk meningkatkan kemampuan nasional di bidang keamanan nuklir dan kesiapsiagaan darurat nuklir, dengan melibatkan koord…
Dokumen ini menjelaskan kerangka regulasi keamanan nuklir di Indonesia yang dikelola oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN). Pembahasan meliputi dasar hukum, proses perizinan, mekanisme inspeksi dan penegakan hukum, serta upaya penanganan bahan nuklir yang berada di luar pengawasan regulasi. Landasan hukum utama berasal dari Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran yang d…
Dokumen ini merupakan bagian dari sebuah perangkat (Kit) yang dikembangkan untuk membantu negara dalam menyusun undang-undang di bidang keamanan nuklir. Penyusunannya didukung oleh VERTIC serta pendanaan dari Kanada, Inggris, dan Swiss, dan diumumkan dalam Nuclear Security Summit (NSS) tahun 2012 dan 2014. Isi dokumen mencakup: Pendahuluan: Latar belakang dan struktur perangkat. Rancan…
Dokumen ini merupakan bahan pelatihan dari Kursus 1 yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 4-8 September 2017. Materi ini membahas pentingnya persiapan efektif dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pelatihan. Tujuan utama dokumen adalah mengidentifikasi bahan dokumentasi kursus yang diperlukan untuk merencanakan dan menyediakan sumber daya pelatihan, serta mendaftar semua …
Pemerintah Indonesia melalui Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) mengumumkan rencana besar dalam memperkuat keamanan nuklir nasional dengan pemasangan 26 unit Radiation Portal Monitor (RPM) dan 113 unit Personal Radiation Detector (PRD) di berbagai pelabuhan dan bandara utama. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas potensi ancaman penyelundupan zat radioaktif di wilayah kepulauan Indo…
Radioactive sources are used routinely by hospitals, research facilities and industry for such purposes as diagnosing and treating illnesses, sterilising equipment and inspecting welds. In countries with mature regulatory structures, the use of radioactive sources is highly regulated from a safety perspective. Licensees (authorised users) readily accept such regulations because they are well aw…
Experience in a wide range of organisations entrusted with the security of sensitive materials strongly indicates that pervasive culture of security-as much as a robust security infrastructure-is essential to successfully lowering the risks associated with insider and external threats. This WINS International Best Practice Guide explains what nuclear security culture is, how it is created, and …
Although radioactive sources are used around the world for multiple health purposes, they have the potential to cause significant harm if they fall into the wrong hands. A serious security event involving such sources could open a health care facility (HCP) to legal and economic liabilities; injure personnel, patients and members of the public; damage the environment; create widespread fear, pa…
There are concerns that terrorist or criminal groups could gain access to high activity radioactive sources and use these sources maliciously. The IAEA is working with Member States to increase control, accounting and security of radioactive sources to prevent their malicious use and the associated potential consequences. Based on extensive input from technical and legal experts, this Implement…