Sesuai amanat dari Pasal 8 Peraturan Pemerintah No. 02 Tahun 2014 tentang Perizinan Instalasi Nuklir dan Pemanfaatan Bahan Nuklir bahwa evaluasi tapak dan analisis data mengenai pengaruh kejadian alam dan kejadian ulah manusia terhadap keselamatan Reaktor Nuklir di Tapak dan wilayah sekitarnya wajib diajukan oleh Pemohon Evaluasi Tapak sebagai salah satu persyaratan teknis untuk memperoleh izin…
Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) merilis hasil kajian strategis mengenai penilaian bahaya seismik untuk instalasi nuklir di Indonesia. Kajian ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman teknis evaluator dalam menentukan kelayakan tapak instalasi nuklir melalui pendekatan ilmiah berbasis persamaan prediksi gerakan tanah (Ground Motion Prediction Equations/GMPE) dan respons tapak. Kajian te…
Pentingnya Jaminan Mutu dalam Evaluasi Tapak PLTN untuk Keamanan dan Keberlanjutan Dalam upaya memastikan keamanan dan keberlanjutan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) menekankan pentingnya pengawasan jaminan mutu dalam penyelidikan geoteknik pada evaluasi tapak PLTN. Evaluasi tapak merupakan tahap krusial dalam proses perizinan PLTN, sebagaima…
Dalam upaya mendukung pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) mengambil inisiatif untuk mengoordinasikan penyusunan kebijakan calon tapak PLTN. Hal ini dilakukan karena belum ada lembaga yang secara khusus bertugas menyusun dokumen Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) untuk proyek strategis nasional ini. Berdasarkan seminar ya…
Kajian terbaru dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap bahwa standar lama penentuan tapak reaktor nuklir di Indonesia, yakni SNI 18-2034-1990, dinilai tidak lagi relevan dengan kondisi saat ini. Hal ini menimbulkan kebutuhan mendesak untuk memperbarui regulasi agar pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) lebih aman, terutama dari risiko kegempaan. Dalam studi ya…
Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) mengukuhkan langkah besar dalam digitalisasi birokrasi perizinan dengan mengembangkan sistem manajemen proyek berbasis komputer untuk pengurusan izin tapak Reaktor Daya Eksperimental (RDE). Sistem ini, yang dikenal sebagai B@lis Online, dirancang untuk meningkatkan transparansi, efisiensi, dan kecepatan dalam evaluasi perizinan instalasi nuklir, menyelaras…
Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) mengusulkan pembaruan tahapan evaluasi bahaya gunung api sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan tapak Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia. Usulan ini disampaikan dalam Seminar Keselamatan Nuklir BAPETEN 2012 oleh Nur Siwhan dan Emy Triharjiyati. Dalam paparannya, BAPETEN menekankan bahwa perkembangan metodologi terkini menun…
Dalam upaya meningkatkan keselamatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) melakukan kajian mendalam terhadap aspek geologi dan seismologi dalam evaluasi tapak PLTN. Kajian ini mengacu pada pembaruan standar internasional dan hasil penelitian terkini yang dipaparkan dalam Seminar Keselamatan Nuklir BAPETEN 2012. Seiring perkembangan regul…
Dalam upaya memperkuat pengawasan keselamatan fasilitas nuklir di Indonesia, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) mengusulkan sebuah pedoman baru terkait penyusunan Laporan Evaluasi Tapak (LET) bagi reaktor nuklir. Kajian ini dipaparkan dalam Seminar Keselamatan Nuklir BAPETEN 2012 dan melibatkan peneliti Helen Raflis dan Liliana Yetta Pandi. Laporan Evaluasi Tapak merupakan dokumen utama …
Penyusutan ketersediaan lahan merupakan salah satu dampak dari pesatnya pertumbuhan penduduk. Ketersediaan lahan yang semakin sedikit diantaranya disebabkan oleh pembangunan kebutuhan manusia seperti pendidikan, industri, energi, kesehatan, dan teknologi. Penggunaan lahan tersebut salah satunya untuk pembangunan instalasi nuklir. Di antara strategi yang sedang dikembangkan adalah penggunaan tap…