/home/elib24/public_html/lib/SearchEngine/DefaultEngine.php:692 "Search Engine Debug 🔎 🪲"
Engine Type ⚙️: "SLiMS\SearchEngine\DefaultEngine"
SQL ⚙️: array:2 [ "count" => "select count(distinct b.biblio_id) from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id left join mst_gmd as mg on b.gmd_id=mg.gmd_id left join biblio_author AS ba ON ba.biblio_id=b.biblio_id left join mst_author AS ma ON ba.author_id=ma.author_id left join biblio_topic AS bt ON bt.biblio_id=b.biblio_id left join mst_topic AS mt ON bt.topic_id=mt.topic_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select ba.biblio_id from biblio_author as ba left join mst_author as ma on ba.author_id=ma.author_id where ma.author_name like ?))" "query" => "select b.biblio_id, b.title, b.image, b.isbn_issn, b.publish_year, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number, mp.publisher_name as `publisher`, mpl.place_name as `publish_place`, b.labels, b.input_date, mg.gmd_name as `gmd`, GROUP_CONCAT(DISTINCT ma.author_name SEPARATOR ' - ') AS author, GROUP_CONCAT(DISTINCT mt.topic SEPARATOR ', ') AS topic, b.edition, b.collation, b.series_title, b.call_number from biblio as b left join mst_publisher as mp on b.publisher_id=mp.publisher_id left join mst_place as mpl on b.publish_place_id=mpl.place_id left join mst_gmd as mg on b.gmd_id=mg.gmd_id left join biblio_author AS ba ON ba.biblio_id=b.biblio_id left join mst_author AS ma ON ba.author_id=ma.author_id left join biblio_topic AS bt ON bt.biblio_id=b.biblio_id left join mst_topic AS mt ON bt.topic_id=mt.topic_id where b.opac_hide=0 and (b.biblio_id in(select ba.biblio_id from biblio_author as ba left join mst_author as ma on ba.author_id=ma.author_id where ma.author_name like ?)) group by b.biblio_id order by b.last_update desc limit 10 offset 0" ]
Bind Value ⚒️: array:1 [ 0 => "%BAPETEN%" ]
Berisi materi untuk kelompok pelatihan keahlian dasar khususnya bidang Instalasi dan Bahan Nuklir yang diharapkan dapat digunakan secara rutin setiap tahun, karena disamping pelatihan Proteksi Radiasi, Pelatihan Dasar Keselamatan Nuklir merupakan syarat untuk dapat mengikuti pelatihan ke jenjang Inspektur. (Jml)
Dokumen ini merupakan prosedur operasional standar yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) dengan nomor dokumen PA/BU/01. Prosedur ini bertujuan untuk menetapkan tata cara pelaksanaan disiplin hari dan jam kerja di lingkungan BAPETEN agar tercipta efektivitas dan efisiensi. Ruang lingkup prosedur ini mencakup seluruh pegawai di lingkungan BAPETEN, meliputi penggunaan for…
Dokumen ini merupakan presentasi BAPETEN dalam Annual Meeting of the International Network for Nuclear Security Training and Support Center pada 19–21 Februari 2014, yang memperkenalkan Indonesia Center of Excellence on Nuclear Security and Emergency Preparedness (I‑CoNSEP). I‑CoNSEP dibentuk sebagai upaya nasional untuk memperkuat rezim keamanan nuklir dan kesiapsiagaan darurat di Indone…
Pengembangan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan pilar utama bagi BAPETEN dalam mengemban misi pengawasan tenaga nuklir yang aman, andal, dan bertanggung jawab. Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi nuklir secara global, pengawasan yang ketat menjadi mutlak diperlukan. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas aparatur menjadi kunci utama demi memastikan seluruh aspek keselamat…
Indonesia masih menghadapi tantangan serius dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional akibat tingginya tingkat food loss and waste (FLW) yang mencapai 23–48 juta ton per tahun. Kondisi ini menimbulkan kerugian ekonomi yang besar, mengurangi ketersediaan pangan bagi masyarakat, serta menghambat peningkatan daya saing produk pangan nasional. Teknologi iradiasi pangan merupakan salah satu solus…
Dokumen ini memuat delapan siaran pers resmi Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) sepanjang tahun 2025. Isinya mencakup dua topik utama: (1) proses perizinan dan evaluasi tapak Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) TMSR500 di Pulau Kelasa, Bangka Belitung yang diajukan oleh PT Thorcon Power Indonesia, termasuk percepatan evaluasi menjadi 126 hari kerja; serta (2) serangkaian pengawasan dan …
Laporan Kinerja BAPETEN Tahun 2024 merupakan bentuk pertanggungjawaban kinerja atas pelaksanaan tugas pengawasan ketenaganukliran di Indonesia. Laporan ini menguraikan capaian kinerja berdasarkan Perjanjian Kinerja Tahun 2024 yang mencakup 2 (dua) Sasaran Strategis: (1) Peningkatan kontribusi IPTEK dalam menjamin perlindungan keselamatan, keamanan dan garda aman nuklir, serta (2) Peningkatan bi…
Laporan Kinerja BAPETEN Tahun 2025 merupakan bentuk pertanggungjawaban kinerja tahun pertama pelaksanaan Rencana Strategis BAPETEN 2025-2029 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Laporan ini disusun berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang SAKIP dan PermenPANRB Nomor 53 Tahun 2014. BAPETEN memiliki 2 Sasaran Strategis dengan 10 Indikator Kinerj…
Pedoman teknis ini bertujuan untuk memberikan panduan yang komprehensif dalam menerapkan tingkat panduan diagnostik sebagai upaya optimisasi pada paparan medik khususnya bidang radiologi diagnostik dan intervensional serta kedokteran nuklir diagnostik. Pedoman ini diharapkan dapat digunakan oleh para praktisi medik di fasilitas pelayanan kesehatan; asosiasi profesi, seperti Perhimpunan Dokter S…
Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) resmi menerbitkan Panduan Teknis Pelaporan dan Pembelajaran Insiden Radiasi pada Fasilitas Radioterapi sebagai acuan nasional dalam meningkatkan keselamatan pasien kanker di Indonesia. Dokumen ini menjadi pedoman pertama yang secara khusus mengatur mekanisme pelaporan dan pembelajaran insiden di fasilitas radioterapi. Panduan yang disusun oleh Pusat P…