Membahas perkembangan science center yang di dunia ini diawali dengan munculnya museum-museum yang hanya menampilkan atau meragakan iptek secara pasif. Generasi kedua science center kemudian muncul dengan sarana interaktif yang memungkinkan pengunjung dapat langsung menggali sendiri dan merasakan pengalaman berbagai fenomena iptek. (Jml)
Sejak tahun 1969 sampai dengan 1998 Indonesia telah melaksanakan tujuh Pelita, mulai dari Pelita I (1969/1974) hingga Pelita VII (1994/1999), walaupun pada akhir Pelita VII telah terjadi dua pergantian pemerintahan dari Presiden Soeharto kepada Presdien BJ Habibie kemudian kepada Presiden Abdurachman Wahid. GBHN 1998 sebagai Keputusan MPR hasil pemilu 1997 telah diganti dengan GBHN 1999 keputus…
Berisi tiga pilar kebijaksanaan yang dicanangkan LIPI yaitu sebagai berikut : Kebijaksanaan penelitian dan pengembangan sebagai respon untuk pengembangan ilmu dan dasar kebijaksanaan nasional di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi; Kebijaksanaan pembinaan dan pengembangan kelembagaan yang merupakan respon terhadap peningkatan kompetensi inti; Kebijaksanaan peningkatan pelayanan jasa ilmu peng…
Membahas peran Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia dalam ikut serta mempersiapkan sumber daya manusia dalam rangka menghadapi era globalisasi. Berbagai lokakarya telah diselenggarakan oleh Komisi-komisi di AIPI yang membahas antara lain Regenerasi Tenaga Akademik dalam Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi yang hasilnya kemudian dihimpun dan disunting menjadi satu dalam bentuk rumusan dan saran. (Jml)
Perkembangan praktek kedokteran modern dan kemampuan bangsa dalam upaya penyembuhan tradisional di Indonesia mengundang pihak Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) Komisi Bidang Ilmu Kedokteran untuk memberikan pandangannya. Pandangan tersebut dituangkan dalam tulisan singkat yang berjudul “Pandangan Tentang Penyembuhan Tradisionil di Indonesia, dengan harapan dapat bermanfaat bagi upaya…
Globalisasi pada hakekatnya adalah proses yang ditimbulkan oleh sesuatu kegiatan atau prakarsa yang dampaknya berkelanjutan melampaui batas-batas kebangsaan (nation-hood) dan kenegaraan (state-hood); dan mengingat jagat kemanusiaan ditandai oleh pluralisme budaya, maka globalisasi sebagai proses juga menggejala sebagai peristiwa yang melanda dunia secara lintas budaya (transcultural). (Jml)