Dokumen ini merupakan laporan hasil kajian yang disusun oleh Pusat Pengkajian Sistem dan Teknologi Pengawasan Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) pada tahun 2010. Kajian ini bertujuan untuk mengembangkan teknik inspeksi dalam memastikan kepatuhan terhadap persyaratan keselamatan dalam penggunaan radiografi industri. Isi Utama Dokumen - Latar Belakang…
Text ini berisikan Uraian Tugas (Job Desk) Perizinan FRZR (B@LIS 2009). (AR)
Text ini berisikan Laporan Kegiatan Pertemuan Teknis dan Interkomparasi Sistem Pemantau Dosis Perorangan , Jakarta, 29-30 November 2005
Text ini berisikan Buku Panduan Seminar Keselamatan Nuklir Tema "Pengawasan Pemanfaatan Tenaga Nuklir untuk Menjamin Keselamatan Pekerja, Masyarakat, dan Lingkungan" Jakarta, 5-6 Agustus 2009. (AR)
Panduan teknis ini dususun untuk membantu Pemegang Izin, dalam hal ini selaku Pengirim atau Penerima Zat Radioaktif, Pengangkut Zat Radioaktif, BAPETEN, Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat dan para pihak terkait dalam upaya kesiapsiagaan dan penanggulangan Kedaruratan Pengangkutan Zat Radioaktif, khususnya di tingkat nasional, agar memenuhi persyaratan dan ketentuan peraturan perundang-undangan…
Dalam dokumen ini terdapat arahan bapak Kepala dalam upaya mencapai tujuan dan sasaran lembaga sebagaimana dituangkan dalam Rencana Strategis dan RKJM 2005-2009 agar output kegiatan tahun ini dapat dicapai dengan lebih baik, efisien, efektif serta sesuai dengan tata administrasi yang ada. Adapun arahan tersebut akan menjadi pedoman kita peserta rapat ini untuk mengoptimalkan semua sumber daya y…
Guna memudahkan pengukuran mutu optimisasi paparan medik yang telah diterapkan, maka diperlukan suatu alat praktis yang dapat dijadikan indikator dalam pengendalian tindakan optimisasi proteksi radiasi pada paparan medik khususnya untuk keperluan diagnostik yang disebut tingkat panduan diagnostik Diagnostic Reference Level, yang disingkat dengan DRL
Data BAPETEN pada Juli 2019 tercatat 42 rumah sakit (RS) yang menggunakan modalitas radioterapi dari 42 RS tersebut, 32 RS diantaranya menggunakan Linac dengan foton energi tinggi 10 MV, selain ada RS yang menggunakan 15 MV dalam melakukan terapi ke pasien untuk penggunaan rutin, disamping juga masih ada penggunaan energi 6 MV
Konsep pemantauan dengan pengukuran paparan radiasi per 3 bulan dilaksanakan untuk penggunaan yang tingkat bahaya radiasinya tinggi, sedangkan secara berkala 2 tahun sekali untuk yang tingkat bahayanya rendah