Seiring dengan meningkatnya potensi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dan instalasi non-reaktor di Indonesia, kebutuhan akan tenaga ahli yang memiliki kompetensi teknis tersertifikasi di bidang ketenaganukliran semakin mendesak. Sayangnya, hingga saat ini, Indonesia belum memiliki sertifikasi profesi khusus nuklir, meski pendidikan tinggi teknik nuklir sudah tersedia. Par…
Dalam tahapan evaluasi bahaya sumber potensial, Pemohon Evaluasi Tapak (PET) perlu melakukan penapisan dan evaluasi rinci. Penapisan itu sendiri terbagi menjadi deterministik dan probabilistik. Untuk deterministik terbagi menjadi dua yaitu: a. Nilai Jarak Penapisan (NJP) dan b. skala keparahan. Implementasi dari Perka ini dalam menilai laporan Evaluasi Tapak Reaktor Daya Non Komersial (LET RDNK…
Dokumen DS 507 direncanakan untuk diterbitkan menggantikan SSG-9. Perubahan tersebut dilakukan dengan berbagai pertimbangan diantaranya adalah bahwa kajian bahaya seismik merupakan topik ilmu multi displin yang melibatkan pengetahuan dan teknik dari geologi, geofisika dan seismologi. Selain itu displin ilmu tersebut memiliki perkembangan teknologi yang relatif cepat sehingga perkembangan teknol…
Proses pengadaan suatu Struktur, Sistem dan Komponen (SSK) suatu instalasi nuklir memegang peranan sangat vital dalam implementasi keselamatan dari desain yang telah ditetapkan. Fenomena barang tiruan, barang tidak sesuai dan barang yang ditengarai tidak asli (CFSI) dari pengadaan Struktur, Sistem, dan Komponen (SSK) ditemui dibeberapa lokasi pembangunan PLTN. Diperlukan kewaspadaan dari berbag…
Sesuai Peraturan Pemerintah No. 2 tahun 2014 mengenai Perizinan Instalasi Nuklir dan Pemanfaatan Bahan Nuklir, proses pengadaan merupakan kegiatan yang berada dalam tahap izin konstruksi. Pengadaan Struktur, Sistem dan Komponen (SSK) memegang peran penting dalam mengaplikasikan informasi desain yang terlah ditetapkan desainer nuklir dan ditetapkan kelas klasifikasi SSK ke dalam bentuk fisik bai…
Telah dilakukan suatu kajian yang membandingkan standar sistem manajemen berdasarkan standar IAEA GSR Part 2 dengan ISO 9001:2015 di bidang ketenaganukliran di Indonesia. Studi ini perlu dilakukan karena GSR Part 2, sebagai salah satu standar IAEA mengenai persyaratan umum keselamatan, akan diadapsi menjadi peraturan perundangundangan nasional oleh negara-negara anggotanya, termasuk Indonesia. …
Keselamatan reaktor nuklir kembali menjadi sorotan utama dalam penelitian bersama antara BAPETEN dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Melalui studi bertajuk “Assessment of Safety Provision on Design of the Reactor Cooling System and Associated Systems (RCSAS) in Nuclear Power Plants”, para peneliti menyoroti pentingnya rancangan sistem pendingin reaktor yang memenuhi standar keselamatan inter…
Dalam Seminar Keselamatan Nuklir 2021, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) memaparkan hasil studi perbandingan antara panduan internasional IAEA DS 520 dengan Peraturan BAPETEN No. 6 Tahun 2019 mengenai evaluasi tapak instalasi nuklir akibat potensi kejadian eksternal ulah manusia. Penelitian yang dilakukan oleh Nur Siwhan dan Anri Amaldi Ridwan ini bertujuan memberikan masukan untuk peny…
Indonesia tengah mempersiapkan langkah strategis dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Salah satu kunci keberhasilan proyek besar ini adalah hadirnya Organisasi Dukungan Teknis (Technical Support Organization/TSO) yang berperan mendukung keselamatan, keamanan, dan efisiensi operasional nuklir. Kajian yang dilakukan oleh tim peneliti BAPETEN menegaskan bahwa keberadaan TS…
Kajian terbaru dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan BAPETEN menyoroti pentingnya pemetaan patahan geologi untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Kalimantan Barat. Penelitian yang dilakukan oleh Akhmad Muktaf Haifani dan timnya mengungkap bahwa wilayah calon tapak PLTN di Pantai Gosong dipengaruhi oleh aktivitas patahan Adang-Lupar, yang dikategorikan sebagai pa…