Pemanfaatan radiologi intervensional di Indonesia menunjukkan perkembangan pesat dan memberikan manfaat klinis yang besar bagi pasien. Namun, tingginya beban kerja serta posisi pekerja yang berada dekat dengan sumber radiasi sinar-X meningkatkan potensi risiko paparan radiasi. Kegiatan kajian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi risiko radiasi serta aspek keselamatan radiasi bagi pekerja di…
Prosiding Seminar Keselamatan Nuklir (SKN) 2012 diterbitkan sebagai dokumentasi ilmiah atas penyelenggaraan seminar yang berlangsung pada 4 Juli 2012 di Jakarta. Kegiatan yang diselenggarakan oleh BAPETEN ini merupakan forum rutin untuk memfasilitasi pertukaran informasi dan penguatan peran pengawasan dalam pemanfaatan tenaga nuklir di Indonesia, khususnya dalam konteks persiapan pembangunan PL…
Keamanan fasilitas nuklir adalah kriteria penting dalam pemilihan tapak serta dalam menetapkan konfigurasi instalasi dan prosedur operasional. Secara utama, keamanan instalasi dipastikan melalui fitur yang akan dibangun dalam kekuatan struktur, konfigurasi sistem dan tata letak bangunan, serta sistem penghalang dan sistem keamanan yang ditetapkan untuk membatasi akses ke dalam instalasi nuklir.…
Telah dilakukan suatu kajian yang membandingkan standar sistem manajemen berdasarkan standar IAEA GSR Part 2 dengan ISO 9001:2015 di bidang ketenaganukliran di Indonesia. Studi ini perlu dilakukan karena GSR Part 2, sebagai salah satu standar IAEA mengenai persyaratan umum keselamatan, akan diadapsi menjadi peraturan perundangundangan nasional oleh negara-negara anggotanya, termasuk Indonesia. …
Handout ini merupakan materi presentasi dari Lokakarya Jaminan Kualitas, Dosimetri, dan Optimalisasi dalam Radiologi Diagnostik yang diselenggarakan di Jakarta pada Desember 2009 melalui kolaborasi antara Departemen Fisika Universitas Indonesia, Depkes RI, dan IAEA. Secara spesifik, dokumen tersebut membahas topik dosimetri pada Computed Tomography (CT) yang dipaparkan oleh Napapong Ponangpang,…
Dokumen ini merupakan sebuah protokol jaminan kualitas (quality assurance) untuk peralatan sinar-X diagnostik yang disusun oleh gugus tugas AAPM (American Association of Physicists in Medicine) sebagai panduan praktis bagi teknolog radiologi di berbagai tingkatan institusi medis. Protokol ini bertujuan untuk memberikan bantuan teknis dalam mengimplementasikan program pemantauan rutin menggunaka…
Dokumen tersebut berisi pengantar mengenai program pengujian kepatuhan peralatan Sinar-X diagnostik yang diperkenalkan oleh Radiological Council of Western Australia sejak 1 Januari 1997. Program ini diinisiasi untuk meminimalkan paparan radiasi yang tidak perlu pada pasien akibat kinerja peralatan yang buruk serta memastikan standar kualitas melalui pengawasan ketat sesuai Radiation Safety Act…
Dokumen ini berisi panduan Program Pengujian Kepatuhan Peralatan Sinar-X di Australia Barat yang bertujuan untuk: Tujuan: Mengurangi paparan radiasi yang tidak perlu pada pasien akibat kinerja alat yang buruk. Cakupan: Berlaku untuk semua alat sinar-X medis, gigi, kiropraktik, dan CT Scan yang digunakan pada manusia. Poin Penting: Pengujian fokus pada keselamatan radiasi dan kualita…
Pemanfaatan teknik brakiterapi dengan laju dosis tinggi (HDR) dalam pengobatan kanker memberikan efektivitas terapi yang signifikan, namun juga membawa risiko keselamatan yang tidak dapat diabaikan. Berdasarkan publikasi ICRP No. 97 tahun 2004, laju dosis yang tinggi (1,6–5,0 Gy per menit) dapat menyebabkan potensi terjadinya kelebihan atau kekurangan dosis pada pasien. Lebih dari 500 kejadia…
Penggunaan pesawat sinar-X di bidang medik, khususnya untuk radiologi diagnostik dan intervensional, terus mengalami peningkatan baik dari segi kuantitas maupun teknologi, termasuk penggunaannya pada pasien pediatrik. Untuk meminimalkan risiko paparan radiasi, penerapan prinsip optimisasi proteksi dan keselamatan radiasi melalui tingkat panduan paparan medik menjadi suatu keharusan. Namun, Pera…