Penggunaan pesawat sinar-X di bidang medik, khususnya untuk radiologi diagnostik dan intervensional, terus mengalami peningkatan baik dari segi kuantitas maupun teknologi, termasuk penggunaannya pada pasien pediatrik. Untuk meminimalkan risiko paparan radiasi, penerapan prinsip optimisasi proteksi dan keselamatan radiasi melalui tingkat panduan paparan medik menjadi suatu keharusan. Namun, Pera…
Dokumen ini mengulas urgensi penetapan standar pengawasan terhadap sumber radioaktif dan limbahnya di Indonesia guna memastikan keamanan lingkungan dari paparan radiasi yang tidak terkendali. Melalui kajian mendalam yang dilakukan oleh BAPETEN pada tahun 2005, fokus utama diarahkan pada perumusan tingkat klierens (clearance level) untuk limbah padat sebagai kelanjutan dari regulasi limbah cair …
Laporan ini membahas tentang NORM dan TENORM, yaitu materi radioaktif yang secara alami ada di sekitar kita namun konsentrasinya meningkat secara signifikan akibat aktivitas industri manusia. Mulai dari pertambangan logam, produksi minyak dan gas, hingga pabrik pupuk, berbagai kegiatan ini tanpa disadari melepaskan radionuklida berbahaya seperti Uranium dan Torium dalam bentuk limbah padat maup…
Dibuat di tengah tantangan adaptasi standar internasional, pengkajian ini menelisik kesiapan fasilitas radioterapi di Indonesia dalam menyongsong regulasi BSS-115 dari IAEA. Dengan temuan mengejutkan bahwa hampir separuh dari rumah sakit yang disurvei belum memenuhi standar proteksi radiasi yang ketat, dokumen ini hadir sebagai kompas teknis bagi BAPETEN untuk memperkuat sistem pengawasan nasio…
Laporan ini menyajikan kajian strategis BAPETEN dalam menjaga standar keselamatan nuklir di Indonesia melalui dua isu krusial: masa depan penggunaan kamera radiografi industri Tech-Ops Model 660 series pasca-berakhirnya sertifikasi pabrikan pada 2013, serta investigasi mendalam terhadap potensi kandungan zat radioaktif pada penambangan pasir besi di pesisir pantai selatan Sukabumi. Berawal dari…
Dokumen ini merupakan sebuah kajian strategis yang disusun oleh BAPETEN untuk memperkuat pengawasan keselamatan nuklir di Indonesia dengan menyelaraskan regulasi nasional terhadap standar global terkini. Melalui tinjauan mendalam terhadap draf panduan keselamatan IAEA—mulai dari penanganan darurat radiologi hingga pengangkutan material aman—kajian ini mensinergikan keahlian para pakar inter…
Dokumen ini merupakan standar resmi yang disusun oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) untuk menetapkan protokol pembuatan radiofarmaka yang aman dan berkualitas tinggi di seluruh fasilitas laboratoriumnya. Dirumuskan pada tahun 2008 melalui konsensus para pemangku kepentingan, pedoman ini berfungsi sebagai instrumen vital bagi pusat kerja dalam mengembangkan sistem manajemen keselamatan, m…
Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Jurnal Pengawasan Tenaga Nuklir Volume 4, Nomor 2, Desember 2024, mengungkapkan pengembangan metode inovatif untuk mendeteksi kontaminasi radiasi 131I di organ tiroid staf kedokteran nuklir. Penelitian ini memperkenalkan teknik kalibrasi surveimeter menggunakan fantom antropomorfik tiroid berbasis 3D printing, sebuah terobosan untuk mempercepat dan meni…
Dalam dunia kedokteran nuklir, pekerja radiasi menghadapi risiko paparan radiasi yang signifikan, terutama dalam prosedur dengan radiofarmaka seperti 18F-FDG dan 18F-PSMA. Penelitian yang diterbitkan di Jurnal Pengawasan Tenaga Nuklir Volume 4, Nomor 2, Desember 2024, mengungkapkan pentingnya proteksi radiasi melalui pemantauan dosis ekstremitas pekerja untuk memastikan keselamatan mereka. P…
Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam Jurnal Pengawasan Tenaga Nuklir Volume 4, Nomor 2, Desember 2024, menyajikan temuan menarik tentang pengaruh variasi pitch pada protokol CT Abdomen rutin. Studi yang dilakukan di RSUD Koja, Jakarta Utara ini mengevaluasi hubungan antara nilai noise citra dan Computed Tomography Dose Index (CTDI) menggunakan delapan variasi pitch mulai dari 0,40 hingg…