Hasil Kajian
LAPORAN REKOMENDASI TEKNIS KESELAMATAN DESAIN PLTN MULTI MODUL ASPEK KONSTRUKSI TAHUN ANGGARARAN 2024
Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) telah merilis rekomendasi teknis terbaru mengenai keselamatan desain Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Multi Modul dengan aspek konstruksi. Dokumen ini menyoroti pentingnya penerapan teknologi modular dalam pembangunan PLTN guna meningkatkan efisiensi dan keselamatan.
Dalam laporan tersebut, BAPETEN menjelaskan bahwa pengembangan PLTN dengan konsep Small Modular Reactor (SMR) menjadi solusi dalam menjawab tantangan energi di Indonesia. Teknologi ini memungkinkan pembangunan lebih fleksibel dengan sistem modular yang dapat difabrikasi di pabrik sebelum dirakit di lokasi.
"Penerapan konstruksi modular memungkinkan efisiensi waktu dan biaya, sekaligus memastikan standar keselamatan yang lebih baik," ujar Dr. Ir. Yudi Pramono, M.Eng., salah satu penanggung jawab laporan ini.
Dokumen ini juga memberikan pedoman teknis mengenai desain keselamatan, pengawasan manufaktur, serta sistem manajemen keselamatan konstruksi untuk PLTN Multi Modul. Dengan meningkatnya minat dari berbagai vendor global terhadap pembangunan PLTN di Indonesia, rekomendasi ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam proses perizinan dan regulasi di masa depan.
BAPETEN menegaskan bahwa kajian ini tidak hanya bertujuan untuk menyelaraskan pengawasan dengan perkembangan teknologi, tetapi juga untuk memastikan bahwa seluruh aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam pembangunan PLTN di Indonesia.
Dengan adanya rekomendasi ini, langkah menuju pembangunan PLTN yang lebih aman dan berkelanjutan semakin nyata, mendukung visi Indonesia dalam mencapai Net Zero Emission (NZE) pada 2060 (Tim Perpustakaan).
Judul | Edisi | Bahasa |
---|---|---|
Analisis Pengaruh Desain Multi Modul PLTN SMR terhadap Ketentuan Keselamatan Reaktor Daya di Indonesia | Prosiding SKN 2023 | id |