Artikel
KECEPATAN LAJU SEDIMENTASI BEBERAPA SUNGAI DI DAS CIUJUNG – LEBAK - BANTEN | Prosiding SKN 2019
Salah satu sungai besar di Indonesia yang mengalami pendangkalan cepat adalah S. Ciujung yang terletak di provinsi BANTEN. Sungai Ciujung memiliki daerah tangkapan air yang besar, dan karena hilangnya hutan di daerah hulu menyebabkan sungai ini mengalami pendangkalan dan sering mengalami banjir. Hulu dari DAS Ciujung dialiri oleh beberapa sungai besar yaitu S. Ciujung Hulu, S. Ciberang, S. Cisemeut dan S. Ciminyak. Radioisotop alam 210Pbexcess yang terdapat di tanah dapat digunakan sebagai perunut untuk mencari asal usul sedimen sungai dan laju erosi. Penggunaan 210Pbexcess pada lahan di dalam DAS telah dilakukan umtuk menentukan laju sedimentasi. Metode yang digunakan adalah pengambilan cuplikan tanah menggunakan alat coring kemudian dilakukan perlakuan awal terhadap cuplikan tanah dan disimpan dalam wadah merinelli selama 21 hari, sebelum dianalisis kandungan radioisotop 210Pb nya menggunakan alat spektrometer gamma (MCA). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan laju sedimentasi pertahun di sungai Ciujung Hulu (sub DAS Ciujung Hulu), sungai Ciminyak dan sungai Cisemeut (sub DAS Ciberang). Pengambilan cuplikan dilakukan di daerah daratan banjir sepanjang sungai, alat yang digunakan adalah coring dengan interval kedalaman 10 cm sampai dengan kedalaman 120 cm, sebanyak 2 titik percobaan di sungai Cisemeut (COR 1 dan COR 2), 1 titik di sungai Ciminyak (COR 3) dan 2 titik percobaan di sungai Ciujung Hulu (COR 4 dan COR 5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju sedimentasi tertinggi dan terendah sebesar 5,54 cm/thn (2007 – 2018) dan 0,24 cm/thn (1908 – 1958); 2,58 cm/thn (1990 – 2018) dan 0,36 cm/thn (1932 – 1985); 5,41 cm/thn (1995 – 2001) dan 0,79 cm/thn (1950 - 1995) masing-masing untuk S. Cisemeut, S. Ciminyak dan S. Ciujung hulu. Laju sedimentasi di sub-DAS Ciujung hulu lebih tinggi dibandingkan dengan sub-Das Ciberang karena adanya penambangan pasir dan alih lahan menjadi tempat tinggal dan lahan olahan.