PERPUSTAKAAN BAPETEN

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of PENERAPAN PRINSIP JUSTIFIKASI PADA PEMERIKSAAN MAMOGRAFI DI INDONESIA | Prosiding SKN 2019
Penanda Bagikan

Artikel

PENERAPAN PRINSIP JUSTIFIKASI PADA PEMERIKSAAN MAMOGRAFI DI INDONESIA | Prosiding SKN 2019

Savitri, Leily - Nama Orang; Syafitri, Intanung - Nama Orang;

Payudara sebagai obyek pemeriksaan merupakan salah satu organ yang sensitif terhadap radiasi pengion. Jika penggunaan radiasi pengion pada pemeriksaan payudara tidak tepat, maka dapat berpotensi memberikan peluang munculnya keganasan sel. Dalam kasus tertentu, penggunaan modalitas non radiasi pengion (USG atau MRI) lebih baik dari modalitas radiasi berdasarkan manfaat dan risiko yang diterima pasien. Salah satu penerapan prinsip justifikasi adalah penggunaan pedoman rujukan (referral guidelines) yang dikembangkan oleh asosiasi profesi bekerjasama dengan pemangku kepentingan terkait. Pedoman rujukan diperlukan untuk meningkatkan mutu layanan, mengurangi pemeriksaan mamografi yang tidak perlu, dan dapat mengurangi paparan medik yang tidak perlu (unnecessary exposure), namun tetap dapat memperoleh informasi klinis yang optimal. Hasil survei di 10 rumah sakit, diperoleh data dan informasi melalui pengisian kuesioner dan diskusi bahwa semua rumah sakit belum memiliki pedoman rujukan secara tertulis. Pedoman rujukan nasional atau internasional yang relevan diperlukan untuk memandu dokter klinis dan menjadi dasar pengambilan tindakan/prosedur yang sesuai terhadap kondisi klinis pasien. Pedoman rujukan bermanfaat bagi dokter perujuk, praktisi medik, pasien, pembuat kebijakan dan perencanaan atau pendanaan fasilitas mamografi. Penyusunan pedoman rujukan dapat dilakukan dengan mengadopsi dan mengadaptasi pedoman rujukan dari negara lain yang sesuai dengan kondisi klinis pasien di Indonesia.


Ketersediaan
#
PERPUSTAKAAN BAPETEN (600) 616.0757 SAV P
A0545/2026
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
Regulasi dan Keselamatan Nuklir Menyongsong Industri 4.0
No. Panggil
616.0757 SAV P
Penerbit
Bandung : BAPETEN & Universitas Padjajaran., 2019
Deskripsi Fisik
8p. : Illus. ; pdf
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
1412-3258
Klasifikasi
616.0757
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
2019
Subjek
Mamografi
Info Detail Spesifik
Prosiding SKN 2019
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait
JudulEdisiBahasa
Penetapan Tingkat Panduan Diagnostik Indonesia pada Mamografi dan Radiografi Gigi untuk Digunakan Sebagai Tool Optimisasi Paparan Medik | JUPETEN 20242024id
Lampiran Berkas
  • PENERAPAN PRINSIP JUSTIFIKASI PADA PEMERIKSAAN MAMOGRAFI DI INDONESIA | Prosiding SKN 2019 | Nuklir
    Baca/Unduh PDF
    Other Resource Link
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN BAPETEN
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan BAPETEN adalah perpustakaan khusus LPNK yang menyediakan berbagai informasi dan referensi terkait pengawasan ketenaganukliran.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?