Artikel
TANTANGAN DAN PELUANG INDONESIA PADA PERTEMUAN TINJAUAN KE-DELAPAN KONVENSI KESELAMATAN NUKLIR 2020 | Prosiding SKN 2018
Telah dilakukan suatu kajian mengenai tantangan dan peluang bagi Indonesia dalam mengikuti Pertemuan Tinjauan ke-8 Konvensi Keselamatan Nuklir. Hal ini sangat penting untuk dilakukan karena tanpa persiapan yang baik, maka Pertemuan Tinjauan tidak cukup efektif dalam meningkatkan infrastruktur keselamatan nuklir di Indonesia. Dengan demikian, tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengidentifikasi tantangan dan peluang tersebut secara sistematik dan menyeluruh guna meningkatkan keselamatan nuklir di Indonesia. Pokok-pokok yang akan dibahas adalah mengenai berbagai temuan dari Pertemuan Tinjauan ke-7 Konvensi ini dan misi-misi tinjauan IAEA yaitu IRRS 2015, EPREV 2016dan SEED 2017; peluang untuk mengusulkan Bidang Kinerja yang Baik atau jika memungkinkan Praktik yang Baik; dan, mengenai pemanfaatan sesi diskusi terbuka. Setiap pokok bahasan diuraikan secara deskriptif dengan analisa yang bersifat kualitatif dan analitik. Kajian ini menyimpulkan bahwa dalam menyiapkan Laporan Negara pada Pertemuan Tinjauan Ke-8 Konvensi tahun 2020 nanti ada banyak tantangan bagi Indonesia. Tantangan tersebut dapat diubah sebagai peluang untuk mendemonstrasikan komitmen Indonesia pada keselamatan nuklir. Indonesia juga berpeluang besar untuk mendapatkan apresiasi dari berbagai bidang kinerja yang baik yang telah dilakukan, atau jika dipersiapkan. Lebih jauh, forum diskusi terbuka juga merupakan peluang bagi Indonesia untuk memberikan kontribusi peningkatan keefektifan Konvensi atau keselamatan nuklir secara umum.
| Judul | Edisi | Bahasa |
|---|---|---|
| PERJANJIAN INTERNASIONAL & KONVENSI KESELAMATAN NUKLIR (PPT) | id |