Artikel
MANAJEMEN RISIKO HILANG PENGETAHUAN NUKLIR DI PUSDIKLAT BATAN | Prosiding SKN 2018
Tantangan utama dalam manajemen pengetahuan nuklir adalah adanya atrisi personel, terutama yang disebabkan personel memasuki masa pensiun. Atrisi personel dapat mengakibatkan hilangnya pengetahuan nuklir yang dimiliki oleh suatu organisasi. Dengan mempertimbangkan hal tersebut, telah dilakukan kegiatan Manajemen Risiko Hilang Pengetahuan Nuklir di Pusdiklat dengan tujuan mempertahankan kompetensi penting yang dibutuhkan untuk melaksanakan pelatihan di bidang nuklir dan mengurangi risiko yang berkaitan dengan kemungkinan hilangnya pengetahuan tersebut. Kegiatan Manajemen Risiko Hilang Pengetahuan Nuklir terdiri dari 2 kegiatan asesmen, yaitu Asesmen risiko hilang kompetensi organisasi dan Asesmen risiko hilang pengetahuan individu. Asesmen risiko hilang kompetensi organisasi diawali dengan pembuatan peta kompetensi dari semua personel Pusdiklat. Dari hasil pemetaan kompetensi tersebut tersebut diidentifikasi kompetensi penting yang diperlukan Pusdiklat dalam melaksanakan tugasnya serta kesenjangan jumlah personel yang dibutuhkan dengan yang tersedia. Hasil asesmen risiko kehilangan kompetensi organisasi menunjukkan bahwa untuk melakukan tugasnya sebagai pelaksana Pelatihan layanaan publik di bidang kenukliran, dibutuhkan 9 buah kompetensi penting yang harus selalu dimiliki oleh personel Pusdiklat. Dari 9 kompetensi penting tersebut, saat ini terdapat 4 buah kompetensi yang jumlah personelnya belum mencukupi dan berisiko hilang, yaitu kompetensi Radiografi, Radiokimia, Kewidyaiswaraan dan Keamanan Nuklir. Tindak lanjut berupa rekruitmen personel baru dan pelaksanaan program pelatihan intensif dalam 4 kompetensi tersebut perlu dilakukan. Dari hasil asesmen risiko hilang pengetahuan individu yang mempertimbangkan Faktor Risiko Atrisi dan Faktor Risiko Jabatan, teridentifikasi 3 personel memerlukan penggantian secepatnya, 1 orang memerlukan tindakan jangka pendek, 10 orang memerlukan tindakan jangka menengah dan 22 personel memerlukan tindakan jangka panjang.
| Judul | Edisi | Bahasa |
|---|---|---|
| TINJAUAN ALIH PENGETAHUAN MELEKAT (TACIT KNOWLEDGE) DALAM RANGKA MELINDUNGI PENGETAHUAN KRITIS DI BAPETEN | Prosiding SKN 219 | 2019 | id |