Artikel
KAJIAN PAPARAN RADIASI YANG TIDAK PERLU (UNNECESSARY EXPOSURE) PADA PASIEN RADIOLOGI | Prosiding SKN 2018
Paparan radiasi yang tidak perlu (unnecessary exposure) pada pasien radiologi dapat terjadi dari penyinaran yang kurang optimal untuk memenuhi kebutuhan klinis dengan prosedur pemeriksaan tertentu. Jika tindakan pencegahan yang tepat tidak dilakukan, maka pasien dapat menerima paparan yang tidak perlu.Pencegahan dapat dilakukan jika dalam praktik radiografi memperhatikan setiap aspek yang mempengaruhi hasil citra dan terimaan dosis pasien, seperti pertimbangan disain modalitas, prosedur operasi/penggunaan,kalibrasi modalitas, dosimetri radiasi, kompetensi radiografer, penerapan tingkat panduan diagnostik (Diagnostic Reference Level/DRL) dan program jaminan mutu. Dari hasil survei lapangan dan perolehan data dosis pasien dari aplikasi Si-INTAN dapat dilihat bahwa pengaturan nilai kondisi penyinarandan kolimasi berkas sinar-X atau panjang scan yang digunakan tidak sesuai dengan kondisi/ukuran tubuh pasien, seperti anakatau dewasa, berat badan/ketebalan pasien dan organ target, sehingga pasien menerima dosis yang tidak perlu. Demikian juga dari data DRL Indonesia CT Scan Tahun 2017 nilai DRL untuk CTDI bayi dan anak-anak lebih besar dari pada CTDI dewasa mencapai 12% dan jika dibandingkan dengan nilai DRL pada Perka BAPETEN No. 8 Tahun 2011 untuk pemeriksaan yang sama yaitu CTDI kepala 50 mGy, maka terdapat perbedaan yang signifikan yaitu lebih besar nilai DRL versi web Si-INTAN sebesar 32%. Hal ini mengindikasikan bahwa belum ada upaya optimisasi yang dijalankan. Oleh karena itu perlu upaya untuk mencegah dan meminimalkan paparan radiasiyang tidak perlu melaluisalah satu penerapan optimisasi proteksi dan keselamatan radiasi yaitu tingkat panduan diagnostik.
| Judul | Edisi | Bahasa |
|---|---|---|
| ANALISA JARAK AMAN PAPARAN RADIASI BAGI PETUGAS RUMAH SAKIT ICU CENTRAL DI RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU | Si-INTAN 2023 | Vol. 3, No.1, pp. 112-117 | id |