Seminar Keselamatan Nuklir 2008 diselenggarakan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) pada tanggal 5–6 Agustus 2008 di Jakarta, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional. Seminar ini mengusung tema “Peningkatan Pengawasan Keselamatan dan Keamanan Pemanfaatan Tenaga Nuklir” , yang bertujuan memperkuat komitmen bersama antara pengawas, pengguna tenag…
Seminar Tahunan Keselamatan Nuklir tahun 2009 merupakan penyelenggaraan kedelapan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) yang berlangsung pada tanggal 5–6 Agustus 2009 di Jakarta. Mengusung tema “Pengawasan Pemanfaatan Tenaga Nuklir untuk menjamin Keselamatan Pekerja, Masyarakat dan Lingkungan”, seminar ini bertujuan menjadi forum ilmiah bagi pengawas, pengguna tenaga nuklir, pakar, …
Prosiding ini merupakan kumpulan makalah yang disajikan dalam Seminar Tahunan Pengawasan Pemanfaatan Tenaga Nuklir tahun 2007, yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) pada tanggal 1–2 Agustus 2007 di Jakarta. Seminar ini mengusung tema “Pengawasan Keselamatan dan Keamanan Tenaga Nuklir Dalam Era Penegakan Hukum” dan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan nasional …
Prosiding seminar keselamatan nuklir tahun 2011 ini memuat sebanyak 38 karya tulis ilmiah terdiri: 29 makalah dari BAPETEN, dan sisanya 10 makalah dari luar BAPETEN. Selain itu terdapat pembicara utama Mr. Fumio Kudough, dari Japan Nuclear Energy Safety Organization (JNES) Jepang yang mempresentasikan tentang “The Lesson Learned from Fukushima Dai-Chi Accident in March 2011. (Jml)
Rare earth metals are elements (REE) of lanthanides metal which are mostly made use in industrial and medical fields. Smelting process of tin or zircon will produce TENORM (Technologically enhanced Naturally Occurring Radioactive Material) materials, such as monazite, zircon, and ilmenite. The TENORM minerals will contain rare earth metals. There are many smelting industries of tin or zircon in…
Depleted uranium (DU) is a nuclear material that has many applications in industry and healthcare. Currently DU for non-nuclear fuel cycle (Non-NFC) use in Indonesia has not been included in the safeguards reporting of nuclear material. This raises problems related to the import of DU Non-NFC, where the exporting country requires the importing country to include depleted uranium in the nuclear …
The heat transfer system or also known as the reactor cooling system is a very important component to prevent accidents. The importance of the reactor cooling system is evidenced by the issuance of a number of regulations discussing reactor cooling system, including Government Regulation Number 54 Year 2012 concerning Safety and Security of Nuclear Installations, Nuclear Energy Regulatory Agenc…
Nuclear energy utilization for peaceful purposes is the primary goal and expectation for all countries in the world. The IAEA is an international organization that is promoting peaceful uses and supervises nuclear technology, one of which is through the safeguards inspection. The implementation of the IAEA safeguards inspections to a member state is carried out by safeguards inspectors after ob…
The practice of regulatory culture in a nuclear energy regulatory agency (BAPETEN) is very important to keep up its competence, effectiveness, and credibility. In the 2018-2020 periods, BAPETEN cooperates with the Faculty of Psychology of Gadjah Mada University conducted a study to develop a regulatory culture for BAPETEN, including relevant organizational values and the needed Regulatory Cultu…
Pengembangan kapasitas sumber daya manusia merupakan faktor kunci dalam mendukung program keselamatan dan keamanan nuklir nasional. Dokumen ini membahas strategi nasional dalam pengembangan pendidikan dan pelatihan (Education and Training/E&T) di bidang keselamatan nuklir serta identifikasi prioritas yang muncul dalam penguatan kapasitas regulasi di Indonesia. BAPETEN sebagai badan pengawas ten…