Peningkatan pemanfaatan pesawat sinar-X dalam radiologi diagnostik dan intervensional menuntut penguatan aspek proteksi dan keselamatan radiasi pasien. Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2007 dan Peraturan Kepala BAPETEN Nomor 9 Tahun 2011 mewajibkan penerapan Tingkat Panduan Paparan Medik (TPPM) serta pelaksanaan uji kesesuaian pesawat sinar-X sebagai upaya optimalisasi proteksi pasien. Artik…
Tabung sinar-X merupakan komponen vital sekaligus termahal dalam pesawat radiologi yang memerlukan perawatan intensif karena kerentanannya terhadap panas. Dalam memilih tabung yang tepat, terdapat dua kriteria utama yang harus diperhatikan: kesesuaian dengan jenis pemeriksaan (berdasarkan daya dan ukuran focal spot) serta kompatibilitas dengan komponen teknis pesawat lainnya. Meskipun dahulu pe…
Jejak Cahaya Penembus Batas: Evolusi Sinar-X di Indonesia Berawal dari penemuan revolusioner Wilhelm Conrad Röntgen pada tahun 1895, sinar-X telah bertransformasi menjadi "mata kedua" bagi dunia kedokteran yang menentukan hampir separuh keputusan medis hari ini. Sinopsis ini menelusuri perjalanan teknologi radiologi di Indonesia, mulai dari era kolonial Belanda dengan metode fluoroskop…
Sinar-X telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam dunia medis sejak ditemukan oleh Wilhelm Roentgen pada tahun 1895. Teknologi ini memungkinkan dokter untuk melihat struktur dalam tubuh manusia tanpa perlu melakukan pembedahan. Dalam dunia kesehatan, sinar-X banyak digunakan untuk pemeriksaan radiografi umum, CT Scan, dan fluoroskopi guna mendeteksi berbagai penyakit serta memandu prosedur med…
Telah dilakukan penelitian uji kebocoran tabung pesawat sinar-X konvensional di Instalasi Radiologi RSD Mangusada. Uji kebocoran tabung pesawat sinar-X merupakan salah satu bagian dari uji kesesuaian, yang bertujuan untuk mengetahui nilai kebocoran tabung sinar-X. Metode pengujian dilakukan dengan tahapan dimana kolimator yang menjadi tempat keluarnya sinar-X ditutup, kemudian dilakukan penguku…
Dalam upaya meninjau potensi penyediaan laboratorium kalibrasi x-ray multimeter di Indonesia, telah dilakukan serangkaian tahapan peninjauan untuk merumuskan strategi penyediaan laboratorium kalibrasi x-ray multimeter. Makalah ini adalah peninjauan tahapan kedua yang merupakan kelanjutan dari makalah Tantangan Penyediaan Layanan Kalibrasi X-ray Multimeter: Tinjauan Awal. Makalah ini disusun unt…
Salah satu Quality Control (QC) pesawat sinar-X adalah pengujian kesesuaian antara lapangan kolimasi dengan berkas sinar-X. Pengujian tersebut dapat dilakukan dengan alat sinar-X light beam alignment and centering, metode koin, dan metode kawat “L”. Pelaksanaan QC pada pesawat sinar-X Shanghai Guangzheng di RSIY PDHI, terakhir kali dilakukan pada tahun 2018. Pengujian ini seharusnya dilakuk…
Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) mengungkapkan bahwa pesawat sinar-X dengan arus rendah masih berada dalam batas aman dari sisi radiasi, namun hanya sebagian kecil yang dapat dioptimasi untuk menghasilkan kualitas citra diagnostik maksimal. Hasil studi yang dimuat dalam Prosiding Seminar Keselamatan Nuklir 2012 itu menyebutkan perlunya pembatasan penggunaan perangkat ini hanya untuk kondi…
Standar Nasional Indonesia (SNI) IEC 60601-2-43:2012 Peralatan listrik medis - Bagian 2-43: Persyaratan khusus untuk keselamatan dasar dan kinerja penting pada perlengkapan sinar-X untuk prosedur intervensional merupakan hasil adopsi identik dengan dengan metode cetak ulang (Republikasi - Reprint) dari IEC 60601-2-43:2010 Medical electrical equipment - Part 2-43: Particular requirements for the…
Standar ini merupakan hasil adopsi identik dengan metode terjemahan dari IEC 60601-2-28:1993 Medical electrical equipment - Part 2-28: Particular requirements for the safety of X-ray source assemblies and X-ray tube assemblies for medical diagnosis, disusun oleh Panitia Teknis 11-03 Peralatan Kesehatan. Standar ini telah dibahas melalui rapat teknis dan terakhir disepakati pada rapat konsens…