PROSES KEDOKTERAN NUKLIR DILAKSANAKAN DENGAN MENGAPLIKASIKAN ZAT RADIOAKTIF TERBUKA KE DALAM TUBUH PASIEN. Artinya, pasien tersebut diasumsikan sebagai ‘sumber radiasi’ sehingga perlu mengikuti ketentuan khusus agar keberadaannya tidak memberikan paparan yang tidak perlu kepada individu di sekitarnya. Oleh karena itu, saat pasien dipulangkan dari rumah sakit harus dipastikan bahwa paparan r…
Dokumen ini merupakan materi dari Workshop Proteksi Radiasi Radiologi Intervensional yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 4 dan 6 November 2015. Workshop ini membahas perkembangan pesat radiologi intervensional serta risiko radiasi yang menyertainya, baik bagi pasien maupun staf medis (dokter, radiografer, dan perawat). Materi diawali dengan sejarah singkat radiologi intervensional y…
Pemanfaatan radiasi pengion dalam dunia medis telah menjadi bagian penting dalam diagnosis dan terapi berbagai penyakit. Namun, di balik manfaatnya, paparan radiasi yang tidak terkontrol dapat membahayakan tenaga medis dan pasien. Konsep Zero Dose kini menjadi perhatian utama dalam upaya perlindungan dari radiasi di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, Purwoke…
Radiasi banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang diantaranya bidang kesehatan. Dalam bidang kesehatan, radiasi memegang peranan penting dalam menunjang justifikasi sebuah kondisi kesehatan pasien sehingga mengharuskan peralatan radiasi selalu dalam kondisi prima. Pengendalian mutu merupakan kegiatan mengendalikan mutu dengan memeriksa hasil produksi memiliki kesesuaian mutu seperti yang dikehe…
Dokumen ini merupakan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang mengadopsi dari ISO 2919:1999 (E) tentang proteksi radiasi untuk sumber radioaktif tertutup. Standar ini disusun oleh Panitia Teknik Nasional 85S BSN bidang Instalasi dan Keselamatan Nuklir melalui rapat konsensus yang melibatkan unsur pemerintah, ilmuwan, pengguna, dan produsen. Latar belakang penyusunan standar ini adalah meningkatny…
Proses irradiasi pin bahan bakar terget di dalam PRTF menyebabkan perubahan reaktivitas reaktor. Penyisipan reaktivitas (insertion reactivity) mengakibatkan gangguan kinetik dan dinamik pada teras reaktor. Analisis keselamatan reaktor dibutuhkan untuk mengkonfirmasi kondisi reaktor tidak scram selama proses iradiasi berlangsung. Proses iradiasi pin target UO2 pada PRTF telah berhasil disimulasi…
Dokumen berjudul "Pedoman Umum Optimisasi Proteksi Radiasi untuk Pengendalian Paparan Kerja" yang diterbitkan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) pada Desember 2013 ini bertujuan untuk memberikan acuan dan panduan teknis bagi para pemegang izin dan pemangku kepentingan (stakeholder) dalam menerapkan prinsip optimisasi proteksi radiasi. Pedoman ini bersifat umum dan berlaku secara nasion…
Dokumen ini merupakan laporan hasil kajian yang dilakukan oleh Pusat Pengajian Sistem dan Teknologi Pengawasan Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif (P2STPFRZR) BAPETEN pada tahun 2013, bertujuan untuk mendukung pengelolaan sistem informasi manajemen keselamatan radiasi di Indonesia. Kajian ini dilatarbelakangi oleh inisiatif Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) melalui sistem Radiation Safety…
Pemanfaatan radiologi intervensional di Indonesia menunjukkan perkembangan pesat dan memberikan manfaat klinis yang besar bagi pasien. Namun, tingginya beban kerja serta posisi pekerja yang berada dekat dengan sumber radiasi sinar-X meningkatkan potensi risiko paparan radiasi. Kegiatan kajian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi risiko radiasi serta aspek keselamatan radiasi bagi pekerja di…
Peningkatan pemanfaatan pesawat sinar-X dalam radiologi diagnostik dan intervensional menuntut penguatan aspek proteksi dan keselamatan radiasi pasien. Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2007 dan Peraturan Kepala BAPETEN Nomor 9 Tahun 2011 mewajibkan penerapan Tingkat Panduan Paparan Medik (TPPM) serta pelaksanaan uji kesesuaian pesawat sinar-X sebagai upaya optimalisasi proteksi pasien. Artik…