Dokumen ini menyajikan kajian keselamatan teras reaktor terkait rencana konversi bahan bakar Reaktor Serba Guna G.A. Siwabessy (RSG-GAS) dari bahan bakar uranium oksida (U₃O₈-Al) menjadi uranium silisida (U₃Si₂-Al) dengan kerapatan uranium yang sama. RSG-GAS merupakan reaktor riset tipe Material Testing Reactor (MTR) yang dioperasikan menggunakan bahan bakar uranium pengkayaan rendah (L…
Dokumen ini membahas peran Probabilistic Safety Assessment atau Probabilistic Risk Assessment (PSA/PRA) dalam pengawasan pembangunan dan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Keselamatan nuklir diposisikan sebagai prioritas utama untuk melindungi pekerja, masyarakat, lingkungan, serta investasi dari potensi bahaya radiasi dan kecelakaan nuklir. Melalui pendekatan keselamatan de…
Indonesia berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sebagai bagian dari transisi menuju energi bersih dan rendah emisi karbon. Namun, perubahan iklim membawa tantangan baru yang tidak bisa diabaikan, terutama terkait keselamatan dan ketahanan PLTN dalam jangka panjang. Sebuah kajian terbaru yang dimuat dalam Jurnal Pengawasan Tenaga Nuklir (JUPETEN) menyoroti bahwa kondisi …
Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) meluncurkan program Akselerasi Pelayanan Perizinan Pembangunan dan Pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sebagai terobosan untuk mempercepat proses evaluasi izin yang selama ini dinilai memakan waktu lama. Selama bertahun-tahun, proses perizinan PLTN di Indonesia menghadapi tantangan besar akibat sistem evaluasi manual, koordinasi antar …
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) menggelar paparan penting dalam penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) untuk rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Kegiatan ini menyoroti kondisi ekologis Kalbar, isu strategis lingkungan, serta arah kebijakan pembangunan berkelanjutan menuju 2045. Paparan tersebut m…
Indonesia terus menunjukkan komitmennya untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Apung. Dalam sebuah studi terbaru, dilakukan penerapan metode Reactor Technology Assessment (RTA) untuk memilih lokasi terbaik bagi pembangunan PLTN Apung yang pertama di Indonesia. Metode ini digunakan untuk mengidentifikasi lokasi yang paling cocok berdasarkan parameter teknis dan lingkungan. Em…
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Apung kini menjadi sorotan dunia. Teknologi ini menarik perhatian negara-negara besar seperti Korea Selatan, Tiongkok, dan Denmark karena potensinya dalam mendistribusikan energi hingga ke wilayah terpencil. Akademik Lomonosov, PLTN Apung pertama yang beroperasi secara komersial sejak 2020, menjadi contoh nyata penerapan teknologi ini. Dengan dua reaktor …
Indonesia menunjukkan komitmen serius untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dengan mengadopsi skema transisi energi dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) ke Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Kajian terbaru yang dilakukan oleh BAPETEN mengungkapkan bahwa penggantian PLTU ke PLTN dapat dilakukan karena kesamaan sistem dan komponen di antara kedua pembangkit ini. Sebagai langkah nyat…
BAPETEN tengah menyusun skema baru kualifikasi dan kompetensi dasar bagi petugas Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) terapung sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan keselamatan dan keamanan instalasi nuklir di laut. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Jupeten menegaskan bahwa PLTN terapung memiliki risiko khusus, termasuk potensi kecelakaan akibat posisi reaktor yang tidak stabil se…
Sebuah kajian dalam Jurnal Pengawasan Tenaga Nuklir menyimpulkan bahwa tarif perizinan PLTN di Indonesia dalam PP 42/2022 sudah tidak selaras dengan teknologi baru seperti SMR dan PLTN apung. Peneliti menilai sistem tarif “satu harga” tak lagi relevan karena tiap teknologi punya kompleksitas berbeda. Penelitian juga menyoroti bahwa sebagian proses pembangunan SMR—seperti manufaktur dan…