Metode evaluasi efektivitas Sistem Proteksi Fisik (SPF) dengan menggunakan pendekatan berbasis kepatuhan perlu ditinjau ulang, penggunaan evaluasi SPF dengan pendekatan berbasis kinerja dapat segera digunakan untuk evaluasi efektivitas SPF dalam rangka melindungi fasilitas nuklir dari kemungkinan mencegah pemindahan bahan nuklir secara tidak sah, sabotase dan pencurian yang merupakan tujuan dar…
Peningkatan pembangkitan listrik berbasiskan energi nuklir dapat menyebabkan terjadi kenaikan permintaan Uranium sebagai bahan bakar nuklir. Pertambangan bahan galian nuklir dapat berperan penting dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia. Negaraakan membuka peluang dilakukannya kegiatan pertambangan bahan galian nuklir di Indonesia melalui peraturan pemerintah tentang pengu…
Keputusan Kepala BAPETEN Nomor 1812 Tahun 2025 menetapkan Tingkat Panduan Diagnostik Indonesia (TPDI) atau Indonesian Diagnostic Reference Level (IDRL) sebagai acuan nasional untuk penggunaan radiasi pada pemeriksaan medis. Tujuan utama kebijakan ini adalah memastikan pasien memperoleh manfaat diagnosis yang optimal dengan paparan radiasi serendah mungkin tanpa mengurangi kualitas hasil pemerik…
Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) Republik Indonesia telah menerbitkan Keputusan Nomor 3051 Tahun 2024 tentang Panduan Teknis Penerbitan Sertifikat Uji Kesesuaian dan Pelaporan secara Mandiri oleh Lembaga Uji Kesesuaian (LUK). Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kemandirian dalam proses sertifikasi dan pelaporan hasil uji perangkat radiologi diagnostik dan intervensional…
Wacana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia kembali mengemuka sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan energi nasional yang terus meningkat. Berbagai kajian menunjukkan bahwa teknologi nuklir memiliki potensi besar sebagai sumber listrik berdaya tinggi, andal, dan rendah emisi karbon. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan berupa penerimaan publik, aspek ke…
Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) menggelar konferensi KORINWAS 2015 pada 12-13 Agustus sebagai langkah strategis dalam memperkuat koordinasi pengawasan pemanfaatan radiasi nuklir di Indonesia. Dibuka oleh Menristekdikti, ajang ini tidak hanya membahas kesiapan teknis pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dan kebijakan uji kesesuaian pesawat sinar-X, tetapi juga menekankan pe…
Kajian identifikasi ketentuan keselamatan dalam desain teras reaktor daya merupakan hal yang penting dilakukan guna mendukung penyusunan peraturan Kepala BAPETEN tentang Desain Teras Reaktor Daya. Teras reaktor daya merupakan tempat yang digunakan untuk proses reaksi inti berantai yang terkendali. Teras reaktor menjadi sumber potensi bahaya utama reaktor karena pembangkitan panas dan radiasi be…
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 salah satu asas dalam pembentukan peraturan perundangundangan yang baik adalah asas dapat dilaksanakan. Pendekatan bertingkat merupakan salah satu pendekatan yang bertujuan untuk membuat peraturan ketenaganukliran dapat dilaksanakan. Peraturan Kepala BAPETEN Nomor 2 Tahun 2011 tentang Ketentuan Keselamatan Operasi Reaktor Nondaya mengatur keselamata…
Boron Neutron Capture Therapy (BNCT) merupakan metode terapi kanker yang memanfaatkan reaksi tangkapan neutron thermal oleh atom 10Bdan telah lama diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk radioterapi inovatif yang berpotensi untuk menangani berbagi macam jenis kanker. Keberhasilan metode BNCT tergantung pada kemampuan dalam mendepositkan senyawa 10Buntuk secara selektif hanya berada pada sel …
Telah dilakukan pembuatan sumber standar 57Co bentuk rod. Sumber standar 57Co bentuk rod untuk mengkalibrasi Gamma counter. Gamma counter merupakan peralatan yang mempunyai sensitivitas tinggi untuk mengukur tingkat kontaminasi bahan radioaktif. Sumber standar 57Co bentuk Rod terbuat dari bahan lucite berukuran 127 mm x 12,7 mm diameter. Radionuklida 57Comempunyai waktu paro (T1/2): 271,8 hari …