Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) Tahun Anggaran 2005 disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban internal BAPETEN kepada Pemerintah dan masyarakat atas pelaksanaan tugas dan fungsi pengawasan pemanfaatan tenaga nuklir di Indonesia. Laporan ini mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi P…
Dokumen ini merupakan Manual Sistem Manajemen Badan Pengawas Tenaga Nuklir (SM BAPETEN) yang diterbitkan pada tahun 2014. Manual ini bertujuan untuk menjadi pedoman dalam penerapan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) di lingkungan BAPETEN, guna memenuhi kebutuhan dan harapan para pemangku kepentingan. Latar belakang penetapan sistem ini adalah meningkatnya pemanfaatan tenaga…
Dokumen Rencana Tindak Pengendalian ini disusun oleh Direktorat Inspeksi Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif (FRZR) sebagai bentuk implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP). Penyusunan dokumen ini bertujuan untuk memperkuat sistem pengendalian internal dalam rangka mendukung pengelolaan keuangan negara yang efektif, efisien, tran…
Dokumen Rencana Tindak Pengendalian ini disusun oleh Direktorat Inspeksi FRZR sebagai bentuk implementasi dari Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP). Penyusunan dokumen ini didasarkan pada hasil Focus Group Discussion yang difasilitasi oleh BPKP, dengan tujuan untuk memperbaiki kelemahan dalam lingkungan pengendalian serta mengelola risiko…
Laporan Kegiatan Direktorat Inspeksi Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif (DIFRZR) Tahun Anggaran 2006 ini memaparkan pelaksanaan fungsi pengawasan pemanfaatan tenaga nuklir pada fasilitas kesehatan, industri, dan penelitian. Kegiatan pengawasan dilaksanakan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) sebagai implementasi amanat Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran serta p…
Penggunaan pesawat sinar-X di bidang medik, khususnya untuk radiologi diagnostik dan intervensional, terus mengalami peningkatan baik dari segi kuantitas maupun teknologi, termasuk penggunaannya pada pasien pediatrik. Untuk meminimalkan risiko paparan radiasi, penerapan prinsip optimisasi proteksi dan keselamatan radiasi melalui tingkat panduan paparan medik menjadi suatu keharusan. Namun, Pera…
Dokumen ini membahas pentingnya pengelolaan sumber radioaktif secara aman untuk mencegah kecelakaan yang berpotensi menimbulkan dampak fatal, baik bagi manusia, lingkungan, maupun perekonomian. Latar belakangnya berangkat dari berbagai kasus kecelakaan radiasi, termasuk tragedi Goiânia 1985 dan peristiwa 11 September 2001, yang menegaskan urgensi aspek keamanan dalam pemanfaatan teknologi nukl…
Buku modul pelatihan ini disusun oleh BAPETEN sebagai panduan strategis dalam memahami dan menerapkan aspek keamanan sumber radioaktif. Berangkat dari pengalaman kecelakaan radiasi di berbagai negara termasuk insiden tragis di Goiânia, Brasil (1985) dan peristiwa 11 September 2001 materi ini menekankan pentingnya sistem keamanan yang ketat dalam pengelolaan, penggunaan, hingga penyimpanan sumb…
Di tengah bayang-bayang ancaman terorisme global pasca tragedi WTC 2001, tulisan Martua Sinaga ini mengungkap urgensi krusial di balik pengawasan ketat sumber radioaktif agar tidak jatuh ke tangan yang salah. Penulis menyoroti risiko nyata "bom kotor" senjata konvensional berbahan radioaktif yang mampu memicu bencana radiasi, kontaminasi massal, hingga guncangan ekonomi nasional. Melalui ana…
Upaya memperkuat keselamatan radiasi di bidang kesehatan terus dilakukan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN). Melalui buku panduan terbaru tentang persyaratan dan kriteria keberterimaan perizinan fasilitas kedokteran nuklir, lembaga ini memberikan arah yang lebih jelas bagi rumah sakit dan institusi kesehatan yang ingin menyelenggarakan layanan kedokteran nuklir. Panduan tersebut men…