Rare earth metals are elements (REE) of lanthanides metal which are mostly made use in industrial and medical fields. Smelting process of tin or zircon will produce TENORM (Technologically enhanced Naturally Occurring Radioactive Material) materials, such as monazite, zircon, and ilmenite. The TENORM minerals will contain rare earth metals. There are many smelting industries of tin or zircon in…
Depleted uranium (DU) is a nuclear material that has many applications in industry and healthcare. Currently DU for non-nuclear fuel cycle (Non-NFC) use in Indonesia has not been included in the safeguards reporting of nuclear material. This raises problems related to the import of DU Non-NFC, where the exporting country requires the importing country to include depleted uranium in the nuclear …
The heat transfer system or also known as the reactor cooling system is a very important component to prevent accidents. The importance of the reactor cooling system is evidenced by the issuance of a number of regulations discussing reactor cooling system, including Government Regulation Number 54 Year 2012 concerning Safety and Security of Nuclear Installations, Nuclear Energy Regulatory Agenc…
Nuclear energy utilization for peaceful purposes is the primary goal and expectation for all countries in the world. The IAEA is an international organization that is promoting peaceful uses and supervises nuclear technology, one of which is through the safeguards inspection. The implementation of the IAEA safeguards inspections to a member state is carried out by safeguards inspectors after ob…
The practice of regulatory culture in a nuclear energy regulatory agency (BAPETEN) is very important to keep up its competence, effectiveness, and credibility. In the 2018-2020 periods, BAPETEN cooperates with the Faculty of Psychology of Gadjah Mada University conducted a study to develop a regulatory culture for BAPETEN, including relevant organizational values and the needed Regulatory Cultu…
Pengembangan kapasitas sumber daya manusia merupakan faktor kunci dalam mendukung program keselamatan dan keamanan nuklir nasional. Dokumen ini membahas strategi nasional dalam pengembangan pendidikan dan pelatihan (Education and Training/E&T) di bidang keselamatan nuklir serta identifikasi prioritas yang muncul dalam penguatan kapasitas regulasi di Indonesia. BAPETEN sebagai badan pengawas ten…
Dokumen ini menjelaskan kerangka regulasi keamanan nuklir di Indonesia yang dikelola oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN). Pembahasan meliputi dasar hukum, proses perizinan, mekanisme inspeksi dan penegakan hukum, serta upaya penanganan bahan nuklir yang berada di luar pengawasan regulasi. Landasan hukum utama berasal dari Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran yang d…
PPT ini terkait acara “Sosialisasi Teknis Pihak Berkepentingan Untuk Proses Perpanjangan Izin Operasi RSG-GAS”. Jumat, 13 November 2020. Ruang lingkup pembahasan dalam PPT ini adalah pengertian tenaga nuklir, pemafaatan tenaga nuklir, dan aspek pengawaasannya. Presentasi oleh Zainal Arifin, Deputi Bidang Perizinan dan Inspeksi BAPETEN
Kertas kerja ini disusun oleh peserta Diklat Kepemimpinan Tingkat II Angkatan XXIV Kelas A di Lembaga Administrasi Negara RI pada tahun 2008. Tema utama yang diangkat adalah peran kepemimpinan aparatur dalam mempercepat reformasi birokrasi, dengan fokus pada bidang kesehatan di Indonesia. Latar belakang penulisan didasarkan pada mandat RPJMN 2004-2009 untuk meningkatkan derajat kesehatan mas…
Dokumen ini merupakan bagian dari sebuah perangkat (Kit) yang dikembangkan untuk membantu negara dalam menyusun undang-undang di bidang keamanan nuklir. Penyusunannya didukung oleh VERTIC serta pendanaan dari Kanada, Inggris, dan Swiss, dan diumumkan dalam Nuclear Security Summit (NSS) tahun 2012 dan 2014. Isi dokumen mencakup: Pendahuluan: Latar belakang dan struktur perangkat. Rancan…