Indonesia menunjukkan komitmen serius untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dengan mengadopsi skema transisi energi dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) ke Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Kajian terbaru yang dilakukan oleh BAPETEN mengungkapkan bahwa penggantian PLTU ke PLTN dapat dilakukan karena kesamaan sistem dan komponen di antara kedua pembangkit ini. Sebagai langkah nyat…
Reaktor Kartini, salah satu reaktor riset di Indonesia yang dikelola oleh Direktorat Pengelolaan Fasilitas Ketenaganukliran (DPFK) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), terus berinovasi melalui layanan Internet Reactor Laboratory (IRL). Layanan ini dirancang untuk pembelajaran teknologi nuklir berbasis daring dan memungkinkan eksperimen reaktor dilakukan secara virtual. Dalam survei terba…
Terdiri dari materi Peraturan Perundang-undangan ketenaganukliran; dan Fungsi organisasi Proteksi Radiasi. (Jml)
Buku ini berisi Laporan Keselamatan Nuklir di Indonesia Tahun 2002 seri No. 04 Rev. 0.0. Laporan ini menyajikan secara penuh kondisi keselamatan nuklir di Indonesia selama kegiatan ketenaganukliran di Indonesia tahun 2002. (Jml)
Pembahasan utama dalam pengkajian ini dibagi ke dalam empat bab, yaitu : Bab I – Pendahuluan; Bab II – Manajemen bahan bakar teras RSG-GAS; Bab III – Paket program komputer SRAC; Persiapan input perhitungan neutronik teras RSG-GAS. (Jml). Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) telah melakukan kajian teknis yang mendalam terkait pengawasan reaktor dan bahan nuklir di Indonesia. Salah sa…
BAPETEN bekerja sama dengan BATAN (sekarang tergabung di BRIN) telah menyelesaikan analisis keselamatan radiasi pada tambang emas PT Newmont Nusa Tenggara di Sumbawa. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi dampak dari Technologically Enhanced Naturally Occurring Radioactive Material (TENORM) yang dihasilkan selama proses penambangan. Analisis ini bertujuan untuk memastikan tingkat paparan …
Modul BPTC IN-30 Pertanggungjawaban Kerugian Nuklir disusun oleh Bapak Amil Mardha dan diterbitkan oleh Balai Diklat BAPETEN pada tahun 2011. Penggunaan tenaga nuklir sebagai sumber energi semakin penting dalam memenuhi kebutuhan energi global. Namun, risiko yang ditimbulkan terhadap kesehatan manusia dan lingkungan tak bisa diabaikan. Oleh karena itu, regulasi yang ketat dan sistem pertangg…
Upaya meningkatkan keselamatan pasien dalam penggunaan radiasi medis terus diperkuat dengan penerapan Diagnostic Reference Level (DRL) sebagai standar referensi nasional. DRL menjadi alat yang terbukti efektif dalam mengoptimalkan proteksi radiasi bagi pasien dan memastikan dosis yang diterima tetap dalam batas aman. DRL digunakan sebagai alat investigasi untuk mengidentifikasi dosis radiasi…
Keselamatan radiasi bagi pasien dalam prosedur medis menjadi perhatian utama Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN). Sejalan dengan prinsip proteksi radiasi yang diakui secara internasional, langkah-langkah optimisasi terus dilakukan untuk mencegah dan meminimalkan paparan radiasi yang tidak perlu atau tidak disengaja. Berdasarkan standar International Commission on Radiological Protection (…
Sinar-X telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam dunia medis sejak ditemukan oleh Wilhelm Roentgen pada tahun 1895. Teknologi ini memungkinkan dokter untuk melihat struktur dalam tubuh manusia tanpa perlu melakukan pembedahan. Dalam dunia kesehatan, sinar-X banyak digunakan untuk pemeriksaan radiografi umum, CT Scan, dan fluoroskopi guna mendeteksi berbagai penyakit serta memandu prosedur med…