Pemerintah melalui Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) semakin memperketat pengawasan terhadap penggunaan pesawat sinar-X untuk radiologi diagnostik dan intervensional. Saat ini, terdapat lebih dari 8.500 unit pesawat sinar-X aktif di Indonesia, yang memainkan peran penting dalam mendiagnosis berbagai penyakit. Namun, di balik kemajuan ini, penting untuk memastikan bahwa alat-alat tersebut b…
BATAN Kembangkan Alat Deteksi Radiasi Gamma di Gerbang PPTN Pasar Jumat Jakarta – Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi (PATIR) berhasil merancang dan membangun peralatan pendeteksi sumber gamma di gerbang utama kawasan Pusat Penelitian Tenaga Nuklir (PPTN) Pasar Jumat. Langkah ini mendukung peraturan Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir (B…
Peneliti dari Universitas Gadjah Mada bersama BATAN (kini tergabung dalam BRIN) berhasil menganalisis efektivitas lapisan air hangat sebagai sistem proteksi di Reaktor Serba Guna G. A. Siwabessy (RSG-GAS) menggunakan perangkat lunak komputasi dinamika fluida FLUENT. Lapisan air hangat setebal 1,5 meter dengan suhu 8–10°C lebih tinggi dari suhu kolam bawah berfungsi untuk mencegah air pending…
Absorber Nuklir Buatan Anak Bangsa Lolos Uji Keselamatan, Siap Digunakan di Reaktor G.A. Siwabessy Dalam sebuah capaian penting bagi industri nuklir nasional, absorber Ag-In-Cd buatan PT Batan Teknologi (Persero) telah dinyatakan lolos uji keselamatan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) untuk digunakan di teras Reaktor Serba Guna G.A. Siwabessy (RSG-GAS). Keputusan ini diambil setela…
BATAN Siap Bangun Reaktor Riset Inovatif: Jawaban untuk Kebutuhan Radioisotop Nasional Dalam satu dekade mendatang, dua reaktor riset utama milik BATAN, yakni TRIGA 2000 di Bandung dan Kartini di Yogyakarta, akan memasuki masa akhir operasional. Sementara itu, RSG-GAS di Serpong juga mendekati batas usia pakai 40 tahun. Kondisi ini memicu urgensi pembangunan reaktor riset baru yang mampu men…
Dalam rangkaian peringatan hari kebangkitan nasional tahun 2006, BAPETEN menyelenggarakan Seminar Keselamatan Nuklir pada tanggal 2 - 3 Agustus 2006, dengan tema : Sinergismen Pengawas & Pengguna Dalam Upaya Peningkatan Keselamatan dan Keamanan Pemanfaatan Tenaga Nuklir. (AR)
isiko Jatuhnya Pesawat di Tapak PLTN Indonesia: Studi Awal Ungkap Angka Penting Sebuah kajian awal yang dilakukan oleh Direktorat Perizinan Instalasi Bahan Nuklir – BAPETEN mengungkap risiko jatuhnya pesawat terbang di tapak Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia. Studi ini penting untuk mengevaluasi keselamatan PLTN dari kejadian eksternal akibat ulah manusia, salah satunya …
Gunung Muria: Kajian Geokimia Ungkap Risiko Vulkanik untuk Tapak PLTN Kajian terbaru dari Pusat Pengembangan Energi Nuklir BATAN mengungkapkan bahwa Gunung Muria, yang berjarak sekitar 25 km dari tapak Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Muria di Ujung Lemahabang, memiliki sejarah geokimia yang kompleks namun saat ini dinilai non kapabel alias tidak berpotensi mengalami erupsi magmatik d…
Para peneliti Indonesia dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), dan Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil melakukan eksperimen penting terkait keselamatan reaktor nuklir. Penelitian ini berfokus pada analisis fluks kalor dan visualisasi fenomena didih film selama proses pendinginan pasca kecelakaan hilangnya air pendingin atau Loss of Coolant Accident…
Sebuah kajian penting tentang keamanan reaktor nuklir jenis Pressurized Water Reactor (PWR) telah dilakukan oleh Pusat Teknologi Reaktor dan Keselamatan Nuklir (PTRKN) – Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Kajian ini bertujuan memastikan bagian dalam bejana tekan reaktor daya PWR tetap aman, andal, dan berfungsi optimal selama masa operasinya. Menurut peneliti S. Nitiswati, bagian dala…