Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) memegang peran penting dalam memastikan keselamatan pemanfaatan energi nuklir di Indonesia. Namun, menyampaikan isu yang sarat teknis ini kepada masyarakat bukanlah tugas mudah. Melalui unit Humas, Bapeten terus berinovasi agar publikasi terkait pengawasan nuklir dapat diterima dengan jelas, sederhana, dan menarik. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa t…
Indonesia dikenal sebagai produsen timah terbesar kedua di dunia, terutama dari Kepulauan Bangka Belitung. Namun, aktivitas peleburan timah meninggalkan limbah berupa terak timah, yang selama ini lebih banyak menumpuk dan belum termanfaatkan secara maksimal. Sebuah kajian terbaru mengungkapkan potensi pemanfaatan terak timah 2 yang mengandung TENORM (Technologically Enhanced Naturally Occurr…
IEBE Dinyatakan Aman: Evaluasi 2010 Tegaskan Keamanan Radiasi di Laboratorium Nuklir Nasional Instalasi Elemen Bakar Eksperimental (IEBE) yang dikelola oleh Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir (PTBN) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dinyatakan aman dari segi keselamatan radiologi. Berdasarkan evaluasi menyeluruh selama tahun 2010, seluruh parameter radiasi di lingkungan kerja IEBE berada …
Sebuah kajian dari Pusat Pengkajian Sistem dan Teknologi Pengawasan BAPETEN (2011) mengusulkan penerapan model lingkungan generik sebagai standar baru dalam menentukan nilai batas radioaktivitas di udara dan air. Model ini diyakini memberikan perlindungan lebih tinggi terhadap paparan radiasi di lingkungan dibandingkan peraturan yang berlaku saat ini, yaitu Perka BAPETEN No. 02/Ka-BAPETEN/V-99.…
Penguatan Kompetensi Inspektur BAPETEN dalam Pengawasan Radiasi Dalam upaya meningkatkan kualitas pengawasan radiasi di Indonesia, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) mengembangkan indeks kompetensi inspektur berbasis Human Development Index (HDI). Penelitian ini menyoroti pentingnya peningkatan keahlian teknis dan regulasi bagi para inspektur yang berperan sebagai garda terdepan dalam me…
BAPETEN Kaji Pengembangan Regulasi Perizinan Instalasi Nuklir Dalam upaya memperkuat regulasi perizinan instalasi nuklir di Indonesia, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) tengah mengkaji pengembangan peraturan baru yang lebih komprehensif dan sesuai dengan kebutuhan industri serta aspek legal yang berlaku. Kajian ini berangkat dari amanat Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1997 tentang Keten…
Membandingkan Konvensi Terorisme Nuklir dengan Proteksi Fisik Bahan Nuklir" Dalam upaya memperkuat keamanan nuklir di tengah ancaman global, pemerintah Indonesia tengah mengkaji kemungkinan ratifikasi Konvensi Terorisme Nuklir. Konvensi ini merupakan bagian dari 16 instrumen internasional yang diwajibkan bagi negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) guna meningkatkan perlindungan terh…
Pemerintah Indonesia terus berbenah untuk mempercepat kemudahan berusaha di berbagai sektor, termasuk sektor ketenaganukliran. Dalam Seminar Keselamatan Nuklir 2024, Hermawan Puji Yuwana dari BAPETEN menyoroti pentingnya penyempurnaan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2020 guna mendukung proses perizinan berbasis risiko yang kini menjadi landasan investasi di Indonesia. "KBLI …
Pemerintah Indonesia melalui Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) mengumumkan rencana besar dalam memperkuat keamanan nuklir nasional dengan pemasangan 26 unit Radiation Portal Monitor (RPM) dan 113 unit Personal Radiation Detector (PRD) di berbagai pelabuhan dan bandara utama. Langkah ini dilakukan sebagai respons atas potensi ancaman penyelundupan zat radioaktif di wilayah kepulauan Indo…
Kesadaran akan pentingnya keselamatan kerja di lingkungan berisiko tinggi seperti industri nuklir dan radiasi kini semakin mendapat sorotan. Dalam Seminar Keselamatan Nuklir 2024, Adam Wibuana Ananggadiva dari BAPETEN menegaskan bahwa penerapan Safety Induction dan Tool Box Meeting menjadi dua pilar utama dalam membangun budaya keselamatan dan meningkatkan kesadaran keselamatan (safety awarenes…