Keamanan Nuklir: Pentingnya Ketangguhan Material Bejana Reaktor untuk Keselamatan Nasional Dalam upaya memastikan keselamatan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), ketangguhan patah material bejana reaktor menjadi salah satu persyaratan penting yang wajib dipenuhi sebelum mendapatkan izin konstruksi dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN). Bejana reaktor berperan vital …
Indonesia tengah bersiap menghadapi era baru energi dengan rencana pembangunan reaktor daya terapung (RDT) berbasis nuklir. Teknologi ini dianggap sebagai solusi potensial untuk menyediakan listrik ke daerah terpencil dan kepulauan, mendukung transisi energi bersih di Tanah Air. Dalam Seminar Keselamatan Nuklir 2024, para peneliti dari BAPETEN menyoroti pentingnya regulasi baru untuk mengawa…
Dalam rangka memperkuat pengawasan terhadap pengoperasian reaktor daya di Indonesia, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) menekankan pentingnya penerapan ketentuan perawatan terhadap struktur, sistem, dan komponen (SSK) yang vital bagi keselamatan. Hal ini disampaikan dalam prosiding Seminar Keselamatan Nuklir tahun 2012 oleh tim dari Direktorat Perizinan Instalasi dan Bahan Nuklir BAPETEN. …
Sebuah kajian penting tentang keamanan reaktor nuklir jenis Pressurized Water Reactor (PWR) telah dilakukan oleh Pusat Teknologi Reaktor dan Keselamatan Nuklir (PTRKN) – Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Kajian ini bertujuan memastikan bagian dalam bejana tekan reaktor daya PWR tetap aman, andal, dan berfungsi optimal selama masa operasinya. Menurut peneliti S. Nitiswati, bagian dala…
Seminar Keselamatan Nuklir (SKN) dan Pameran Produk Nuklir (PPN) 2024 sukses diselenggarakan di Jakarta pada 20–21 Agustus 2024. Acara ini merupakan hasil kerja sama antara Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) dan Institut Teknologi PLN (ITPLN). Mengusung tema "Peningkatan Keselamatan dan Keamanan Teknologi Nuklir untuk Mendukung Energi Rendah Karbon serta Memajukan Kesehatan dan Kesejahter…
PPT ini berjudul ASPEK KESELAMATAN TAPAK INSTALASI NUKLIR yang disampaikan oleh Nur Siwhan pada pelatihan BPTC IBN 2023. (AR)
Laporan kajian ini berisi delapan bab yang terdiri dari Bab 1 Pendahuluan, Bab II Pembangunan dan Pengoperasian Reaktor Daya Nuklir, Bab III Komisioning Pembangkit Daya Nuklir, Bab IV Tahapan Komisioning Nujklir, Bab V Kajian Regulasi Mengenai Komisioning Nuklir, Bab VI Pembelajaran Komisioning Fasilitas Nuklir dan Non Nuklir, Bab VIII Tinjauan Raperka Tentang Ketentuan Keselamatan Komisioning …
Berdasarkan undang-undang dan peraturan yang berlaku, organisasi pengoperasi instalasi nuklir harus mendapatkan persetujuan (approval) dan izin (license) dari BAPETEN sebelum membangun dan mengoperasikan PLTN. Untuk mendapatkan persetujuan tersebut, maka organisasi pengoperasi harus mampu menjamin dan menunjukkan keselamatan PLTN yang akan beroperasi, yang disajikan dalam bentuk Laporan Analisi…
Pengkajian teknis pengawasan tapak reaktor daya aspek vulkanologi sangat diperlukan untuk mengidentifikasi potensi bahaya eksternal yang dapat membahayakan keselamatan pengoperasian PLTN. Bahaya eksternal yang menjadi perhatian pada kajian ini meliputi jatuhan tephra; aliran piroklastik densitas : aliran piroklastik, gelombang (surges) dan ledakan (blast); aliran lava dan kubah lava; longsoran …