Mineral Ikutan Radioktif (MIR) dihasilkan dari beberapa aktivitas atau kegiatan non nuklir. Aspek manajemen pengelolaan MIR harus dipastikan dengan baik sejak material tersebut dihasilkan. Isu pembuangan permanen dalam fasilitas landfill menjadi isu yang belum terselesaikan sampai sekarang. Beberapa faktor tersebut terkait dengan perencanaan desain, ketersediaan lahan, pembiayaan, penerimaan m…
Tenorm merupakan material yang mengandung sejumlah radioaktif alam yang akibat adanya proses kegiatan manusia konsentrasi zat radioaktif dalam material ini menjadi meningkat. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 52 Tahun 2022 mengenai Keselamatan dan Keamanan Pertambangan Bahan Galian Nuklir (PP 52/2022), istilah TENORM (Technogically enhanced Naturally Ocuuring Radioactive Material) diubah men…
Mineral Ikutan Radioaktif (MIR) dapat menimbulkan potensi bahaya akibat terkonsentrasinya radionuklida alam yang terkandung di dalam batu-batuan yang terdapat di dalam bumi. MIR umumnya dihasilkan dari kegiatan industri pertambangan, industri minyak dan gas bumi, dan industri lainnya. Oleh sebab itu maka penghasil MIR wajib melakukan pengelolaan MIR dengan mengajukan izin penyimpanan MIR. Salah…
Analisis dosis dari penggunaan terak timah 2 sebagai substitusi parsial agregat halus dalam pembuatan mortar pada bangunan dengan RESRAD-BUILD. Industri pengolahan dan peleburan timah menghasilkan hasilnsamping salah satunya berupa terak timah 2. Terak timah 2 memiliki kandungan radionuklida anak luruh dari deret uranium dan thorium dengan konsentrasi aktivitas tertentu. Aspek penggunaan kembal…
Memuat secara umum pengertian dasar mengenai masalah ekologi serta masalah dampak industri dan teknologi terhadap lingkungan. Materi ini juga merupakan salah satu bagian dari analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL). (Jml)
Pengolahan limbah radioaktif simulasi yang mengandung Sr-90 dengan menggunakan metode elektrokoagulasi dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya yaitu jarak antar elektrode dan waktu elektrokoagulasi. Oleh karena itu perlu diteliti pengaruh jarak antar elektroda dan waktu elektrokoagulasi pada proses tersebut. Dari penelitian ini diharapkan dapat diketahui pengaruh jarak antar elektroda dan w…
Pengkajian pengelolaan limbah radioaktif ini dilaksanakan dalam rangka menunjang keperluan pengawasan keselamatan pekerja, masyarakat dan lingkungan. Hasil kajian diperoleh melalui pengolahan data dari dua kelompok sumber informasi yakni dari sumber literatur, termasuk peraturan perundang-undangan dan hasil survei P2STPFRZR tentang pengelolaan limbah radioaktif dan Tenorm dalam kaitannya dengan…
Prosiding ini memuat 8 buah makalah dari luar BAPETEN yaitu : Peran legislatif di bidang pemanfaatan energi nuklir di Indonesia: Pandangan mengenai introduksi PLTN; Strategi pemenuhan energi 2025; Pengalaman pengoperasian reaktor riset dan strategi dalam mengatasi penuaan instalasi nuklir; Nuclear power Japan and Its prospects in Indonesia; Law enforcement untuk mendukung pengawasan pemanfaatan…
Tujuan dari pengkajian ini adalah: Pengumpulan data tentang pengelolaan bahan bakar nuklir bekas dan limbah radioaktif yang ada di Indonesia guna membantu dalam penyusunan National Report yang nantinya akan disampaikan di Review Meeting Joint Convention on the Safety of Spent Fuel Management and on the Safety of Radioactive Management; dan Pengembangan kebijakan pengawasan tentang pengelolaan l…