Kegiatan pemanfaatan tenaga nuklir dalam bentuk penggunaan zat radioaktif di tanah air terus mengalami peningkatan, baik untuk tujuan penelitian dan pengembangan serta rekayasa, maupun penerapan di bidang kesehatan, industri dan pertanian. Penggunaan zat radioaktif tidak terlepas dari dukungan kegiatan pengangkutan zat radioaktif. Mengingat dan mempertimbangkan potensi risiko bahaya radiasi…
Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) menegaskan komitmennya memperkuat sistem pengawasan terhadap seluruh kegiatan ketenaganukliran di Indonesia. Dalam paparan berjudul “Kebijakan Pengawasan Ketenaganukliran”, Kepala BAPETEN Prof. Jazi Eko Istiyanto menyampaikan bahwa pengawasan menyeluruh menjadi kunci dalam menjamin keselamatan, keamanan, dan perlindungan masyarakat dari risiko radiasi …
BAPETEN Dorong Kepatuhan Pelaporan Dosis Pasien dan Penerapan TPDI di Fasilitas Kesehatan Jakarta, 2 Mei 2025 — Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) melalui Pusat Pengkajian Sistem dan Teknologi Pengawasan Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif (P2STPFRZR) menggelar sosialisasi bertajuk “Penilaian Kepatuhan Pelaporan Dosis Pasien dan Penerapan Tingkat Panduan Dosis Indonesia (TPDI)”. K…
Buku cerita tentang Pustakawan dan Kepustakawanan Indonesia ini merupakan kisah nyata (true story) terkait kajian pengalaman hidup dan pemikiran Pak Blasius Sudarsono selama empat puluh lima (45) tahun bekerja di dunia perpustakaan dan Kepustakawanan Indonesia. Buku ini mengupas terhadap lima (5) komponen kerja perpustakaan yang paling mendasar, kelima kata tersebut adalah PUSTAKA, KEPUSTAKA…
Pengawas Radiasi: Garda Terdepan Perlindungan Publik dari Bahaya Radiasi Dalam Rapat Koordinasi Jabatan Fungsional Pengawas Radiasi yang digelar di Jakarta pada 26 November 2016, Hendriyanto Hadi Tjahyono menegaskan pentingnya peran Pejabat Fungsional Pengawas Radiasi (WasRad) sebagai ujung tombak dalam menjaga keselamatan pekerja, masyarakat, dan lingkungan dari potensi bahaya radiasi. …
Perpustakaan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) adalah perpustakaan khusus dibidang pengawasan nuklir yang ada di Indonesia. Sejak berdiri pada 2010 hingga sekarang, Perpustakaan BAPETAN telah berusaha melakukan program kerja yang mendukung pengawasan pemanfaatan tenaga nuklir di Indonesia. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana program kerja Perpustakaan BAPETEN den…
Perpustakaan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) berdiri sejak tahun 2000. Ini berarti sudah berjalan dalam kurun waktu 17 tahun. Dari mulai awal berdiri hingga sekarang, Perpustakaan BAPETEN terus melakukan upaya manajemen perpustakaan yang lebih baik. Di usia yang cukup lama tersebut, seharusnya Perpustakaan BAPETEN mengalami perkembangan yang lebih pesat, baik dalam hal pengelolaan maupun…
Penelitian terbaru dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) mengungkap potensi bahaya radiasi dari upaya pemanfaatan terak timah (tin slag 2) sebagai campuran bahan bangunan. Studi yang dilakukan oleh Hermawan Puji Yuwana dari Direktorat Pengembangan Peraturan Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif BAPETEN ini menunjukkan bahwa penggunaan terak timah sebagai agregat halus dalam campuran mortar…
Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia (Poltek Nuklir) menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga keselamatan kerja di lingkungan laboratorium yang menggunakan sumber radiasi pengion. Melalui penelitian bertajuk “Implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Radiasi di Laboratorium Non-Destructive Testing (NDT)”, institusi ini berhasil membuktikan bahwa seluruh komponen Sistem Manajemen Keselamatan…
Sampai saat ini belum ada informasi mengenai nilai dosis kolektif per prosedur dengan modalitas sinar-X di Indonesia. Pada publikasi ICRP 103 tahun 2007 dinyatakan bahwa dosis efektif kolektif merupakan instrumen optimisasi proteksi dengan membandingkan teknologi radiologi dan prosedur proteksi yang akan diambil. Artikel ini memiliki tujuan untuk awareness dan optimisasi penggunaan modalitas si…