This Safety Guide provides guidance on various aspects of emergency planning and preparedness for dealing effectively and safely with transport accidents involving radioactive material, including the assignment of responsibilities. It reflects the requirements specified in Safety Standards Series No. TS-R-1, Regulations for the Safe Transport of Radioactive Material, and those of Safety Series …
The IAEA Safety Standards Series No. GS-R-2 (2002) establishes mandatory international requirements for preparedness and response to nuclear or radiological emergencies. Co-sponsored by seven international organizations, it defines obligations for governments, authorities, and operators to ensure safety,, although it has been superseded by GSR Part 7. Key Aspects of GS-R-2: Purpose: Establi…
Buku ini menyoroti urgensi pengelolaan energi terintegrasi di Indonesia untuk menghadapi ancaman krisis energi fosil yang kian menipis dan risiko menjadi negara importir energi bersih (net energy importer) pada tahun 2030. Meskipun memiliki sumber daya melimpah, ketergantungan yang tinggi pada BBM dan batu bara terhambat oleh masalah infrastruktur serta penurunan produksi dalam negeri, sehingga…
Dokumen ini merupakan materi dari Workshop Proteksi Radiasi Radiologi Intervensional yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 4 dan 6 November 2015. Workshop ini membahas perkembangan pesat radiologi intervensional serta risiko radiasi yang menyertainya, baik bagi pasien maupun staf medis (dokter, radiografer, dan perawat). Materi diawali dengan sejarah singkat radiologi intervensional y…
Laporan berjudul "Kajian Optimasi Kapasitas Sumber Daya untuk Pengawasan Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif (FRZR)" ini disusun oleh Pusat Pengkajian Sistem dan Teknologi Pengawasan Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif (P2STPFRZR) BAPETEN pada bulan Desember 2011. Tujuan utama dari kajian ini adalah untuk menyediakan masukan teknis ilmiah bagi Direktorat Pengaturan Pengawasan Fasilitas Radias…
Dokumen berjudul "Pedoman Umum Optimisasi Proteksi Radiasi untuk Pengendalian Paparan Kerja" yang diterbitkan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) pada Desember 2013 ini bertujuan untuk memberikan acuan dan panduan teknis bagi para pemegang izin dan pemangku kepentingan (stakeholder) dalam menerapkan prinsip optimisasi proteksi radiasi. Pedoman ini bersifat umum dan berlaku secara nasion…
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) Tahun Anggaran 2005 disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban internal BAPETEN kepada Pemerintah dan masyarakat atas pelaksanaan tugas dan fungsi pengawasan pemanfaatan tenaga nuklir di Indonesia. Laporan ini mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi P…
Teknologi PLTN dan teknologi sistem keselamatannya senantiasa berkembang seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Meskipun keandalan sistem keselamatan PLTN semakin baik, menihilkan kecelakaan dan risiko tetap tidak mungkin. Oleh karena itu, yang menjadi fokus peningkatan keandalan sistem keselamatan PLTN adalah memperkecil probabilitas kecelakaan dan menurunkan konsekuensi k…
Sebagai negara berpopulasi besar, Indonesia memerlukan sumber energi yang besar pula. PLTN yang telah banyak dimanfaatkan negara maju mampu menghasilkan listrik secara efisien sehingga dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan listrik negara ini. Dengan emisi yang jauh lebih sedikit dibanding sumber energi fosil, penggunaan PLTN dapat mendukung upaya pencapaian target net-zero emission (NZE) pa…
Dokumen ini merupakan laporan hasil kajian yang dilaksanakan oleh Pusat Pengajian Sistem dan Teknologi Pengawasan Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif (P2STPFRZR) BAPETEN pada tahun anggaran 2013. Kajian ini berfokus pada pengawasan paparan medik di fasilitas radiologi diagnostik dan intervensional, dengan penekanan pada hubungan antara dosis pasien dan kualitas citra radiologi. Latar belaka…