Pemerintah melalui Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) terus memperkuat kesiapan Indonesia dalam menghadapi era pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), khususnya teknologi reaktor multi-modul yang semakin berkembang di dunia. Dalam dokumen kajian terbaru bertajuk Rekomendasi Kebijakan Keselamatan Desain PLTN Multi Modul Terhadap Bahaya Eksternal, Bapeten menyoroti pentingnya …
Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) telah merilis rekomendasi teknis terbaru mengenai keselamatan desain Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Multi Modul dengan aspek konstruksi. Dokumen ini menyoroti pentingnya penerapan teknologi modular dalam pembangunan PLTN guna meningkatkan efisiensi dan keselamatan. Dalam laporan tersebut, BAPETEN menjelaskan bahwa pengembangan PLTN dengan konse…
Seiring dengan meningkatnya potensi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dan instalasi non-reaktor di Indonesia, kebutuhan akan tenaga ahli yang memiliki kompetensi teknis tersertifikasi di bidang ketenaganukliran semakin mendesak. Sayangnya, hingga saat ini, Indonesia belum memiliki sertifikasi profesi khusus nuklir, meski pendidikan tinggi teknik nuklir sudah tersedia. Par…
PROSES KEDOKTERAN NUKLIR DILAKSANAKAN DENGAN MENGAPLIKASIKAN ZAT RADIOAKTIF TERBUKA KE DALAM TUBUH PASIEN. Artinya, pasien tersebut diasumsikan sebagai ‘sumber radiasi’ sehingga perlu mengikuti ketentuan khusus agar keberadaannya tidak memberikan paparan yang tidak perlu kepada individu di sekitarnya. Oleh karena itu, saat pasien dipulangkan dari rumah sakit harus dipastikan bahwa paparan r…
Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) tengah menyiapkan usulan pengaturan baru terkait komunikasi publik dalam penanggulangan kedaruratan nuklir. Langkah ini dilakukan menyusul pentingnya informasi yang cepat, tepat, dan akurat kepada masyarakat saat terjadi situasi darurat nuklir maupun radiologi. Dalam seminar Keselamatan Nuklir 2021, peneliti Bapeten, Fery Putrawan Cusmanri, menekankan b…
Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) mendorong peningkatan implementasi Peraturan Kepala BAPETEN No. 7 Tahun 2013 yang mengatur nilai batas radioaktivitas lingkungan. Aturan ini menekankan pentingnya pemantauan lepasan zat radioaktif ke udara secara terus-menerus sebagai bentuk pertanggungjawaban publik. Saat ini, sebagian fasilitas nuklir di Indonesia masih melakukan pengukuran dengan m…
Dalam dunia medis, keakuratan alat ukur radiasi menjadi hal yang krusial demi keselamatan pasien dan tenaga medis. Salah satu perangkat yang digunakan dalam radiografi dan fluoroskopi adalah Dose Area Product (DAP) atau Kerma Area Product (KAP) Meter. Verifikasi kalibrasi alat ini penting untuk memastikan nilai yang diukur tetap berada dalam toleransi yang diperbolehkan. Menurut prosedur yan…
Dalam dunia radiologi, keakuratan dosis radiasi sangat penting demi keselamatan pasien. Salah satu parameter utama dalam pencitraan CT Scan adalah nilai Computed Tomography Dose Index Weighted (CTDIw) yang harus diverifikasi secara berkala. Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) melalui Pusat Pengkajian Sistem dan Teknologi Pengawasan Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif (P2STPFRZR) menjelas…
Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) memastikan keamanan operasional Instalasi Produksi Elemen Bakar Reaktor Riset (IPEBRR) di Indonesia dari potensi bahaya kekritisan. Melalui serangkaian verifikasi dan perhitungan independen menggunakan perangkat lunak MCNP5, BAPETEN menguji tingkat keselamatan dua area utama di fasilitas tersebut: Ruang Perakitan Elemen Bakar dan Ruang Kalsiotermik. IPE…
Verifikasi Reaktivitas Lebih Reaktor RSG GAS Tunjukkan Hasil Akurat Dalam upaya menjaga keselamatan operasional reaktor riset di Indonesia, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) melakukan verifikasi terhadap nilai reaktivitas lebih pada teras setimbang awal reaktor RSG GAS. Kajian ini dilakukan secara independen oleh unit pengkajian teknis BAPETEN dengan memanfaatkan program simulasi MCNP-O…