Dokumen tersebut berisi pengantar mengenai program pengujian kepatuhan peralatan Sinar-X diagnostik yang diperkenalkan oleh Radiological Council of Western Australia sejak 1 Januari 1997. Program ini diinisiasi untuk meminimalkan paparan radiasi yang tidak perlu pada pasien akibat kinerja peralatan yang buruk serta memastikan standar kualitas melalui pengawasan ketat sesuai Radiation Safety Act…
Dokumen ini berisi panduan Program Pengujian Kepatuhan Peralatan Sinar-X di Australia Barat yang bertujuan untuk: Tujuan: Mengurangi paparan radiasi yang tidak perlu pada pasien akibat kinerja alat yang buruk. Cakupan: Berlaku untuk semua alat sinar-X medis, gigi, kiropraktik, dan CT Scan yang digunakan pada manusia. Poin Penting: Pengujian fokus pada keselamatan radiasi dan kualita…
Laporan Kegiatan Direktorat Inspeksi Fasilitas Radiasi dan Zat Radioaktif (DIFRZR) Tahun Anggaran 2006 ini memaparkan pelaksanaan fungsi pengawasan pemanfaatan tenaga nuklir pada fasilitas kesehatan, industri, dan penelitian. Kegiatan pengawasan dilaksanakan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) sebagai implementasi amanat Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran serta p…
Pemanfaatan teknik brakiterapi dengan laju dosis tinggi (HDR) dalam pengobatan kanker memberikan efektivitas terapi yang signifikan, namun juga membawa risiko keselamatan yang tidak dapat diabaikan. Berdasarkan publikasi ICRP No. 97 tahun 2004, laju dosis yang tinggi (1,6–5,0 Gy per menit) dapat menyebabkan potensi terjadinya kelebihan atau kekurangan dosis pada pasien. Lebih dari 500 kejadia…
Seiring dengan meningkatnya pemanfaatan radiasi pengion di bidang medik, khususnya dalam prosedur radiologi diagnostik dan intervensional, potensi risiko paparan radiasi berlebih terhadap pasien juga semakin besar. Untuk meminimalkan risiko tersebut, penerapan prinsip optimisasi proteksi dan keselamatan radiasi menjadi sangat penting, salah satunya melalui penetapan tingkat panduan paparan medi…
Penggunaan pesawat sinar-X di bidang medik, khususnya untuk radiologi diagnostik dan intervensional, terus mengalami peningkatan baik dari segi kuantitas maupun teknologi, termasuk penggunaannya pada pasien pediatrik. Untuk meminimalkan risiko paparan radiasi, penerapan prinsip optimisasi proteksi dan keselamatan radiasi melalui tingkat panduan paparan medik menjadi suatu keharusan. Namun, Pera…
Peningkatan pemanfaatan pesawat sinar-X dalam radiologi diagnostik dan intervensional menuntut penguatan aspek proteksi dan keselamatan radiasi pasien. Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2007 dan Peraturan Kepala BAPETEN Nomor 9 Tahun 2011 mewajibkan penerapan Tingkat Panduan Paparan Medik (TPPM) serta pelaksanaan uji kesesuaian pesawat sinar-X sebagai upaya optimalisasi proteksi pasien. Artik…
Kecelakaan di PLTN Fukushima Daiichi pada 11 Maret 2011 bukan sekadar krisis teknologi, melainkan krisis kepercayaan publik. Dalam konteks itulah pemerintah Jepang menerbitkan BOOKLET to Provide Basic Information Regarding Health Effects of Radiation: Vol. 2 – Accident at TEPCO’s Fukushima Daiichi NPS and Thereafter (Initiatives by Ministries and Agencies). Buku ini menjadi dokumen resmi ya…
Di tengah ingatan panjang dunia terhadap tragedi nuklir, kehadiran buku Basic Knowledge and Health Effects of Radiation Vol. 1 menjadi ikhtiar serius Pemerintah Jepang untuk menjembatani sains dan kegelisahan publik. Diterbitkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup Jepang bersama National Institutes for Quantum Science and Technology, buku ini lahir dari kebutuhan mendesak pascakecelakaan PLTN Fuk…
Dokumen ini menyajikan laporan mendalam mengenai upaya Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) dalam mentransformasi standar layanan publik mereka melalui survei kepuasan pelanggan yang komprehensif. Sebagai lembaga non-profit yang memikul tanggung jawab krusial dalam pengawasan tenaga nuklir di Indonesia, BAPETEN berupaya menjawab tantangan globalisasi dengan memperkuat etos kerja profesional, …