Reaktor Kartini yang dikelola oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) semakin bertransformasi modern dengan diterapkannya sistem digitalisasi pengukur temperatur pada sistem pendingin primer. Inovasi ini dilakukan untuk mendukung Internet Reactor Laboratory (IRL), sarana pembelajaran jarak jauh berbasis internet yang memungkinkan mahasiswa dan peneliti mengakses data reaktor secara real-ti…
Meningkatnya kekhawatiran global terhadap ancaman terorisme pasca tragedi WTC 11 September 2001 mendorong perlunya penerapan regulasi keamanan ketat dalam pemanfaatan tenaga nuklir, terutama dalam pengangkutan zat radioaktif. Salah satu negara yang menjadi sorotan atas keberhasilannya dalam implementasi sistem keamanan ini adalah India. Dalam sebuah kajian yang dipresentasikan pada Seminar K…
Sebuah studi penting dari PTRKN-BATAN yang dipublikasikan dalam Prosiding Seminar Keselamatan Nuklir BAPETEN 2012 mengungkapkan temuan krusial mengenai efektivitas sistem injeksi keselamatan pada Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) berjenis PWR (Pressurized Water Reactor). Penelitian ini menyoroti pengaruh posisi injektor dan tekanan uap terhadap keberhasilan penginjeksian air pendingin dal…
Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) menekankan urgensi penguatan sistem inspeksi instalasi nuklir dalam menghadapi tantangan penuaan struktur, sistem, dan komponen (SSK) pada reaktor riset dan instalasi nuklir non-reaktor (INNR) di Indonesia. Mayoritas instalasi tersebut telah beroperasi lebih dari dua dekade, bahkan beberapa di atas 40 tahun, sehingga rentan mengalami degradasi material aki…
Tragedi nuklir Fukushima Daichi di Jepang menjadi pelajaran penting bagi Indonesia dalam memperkuat kesiapan regulasi ketenaganukliran. Meski standar keselamatan tinggi telah diterapkan, bencana tersebut membuktikan bahwa kecelakaan nuklir tetap bisa terjadi dan menimbulkan kerugian besar terhadap manusia, harta benda, dan lingkungan. Mengacu pada kejadian itu, Indonesia kini menegaskan kesi…
Seminar Keselamatan dan Keamanan Nuklir untuk tahun anggaran 2005 ini merupakan kegiatan tahunan seminar oleh BAPETEN. Pada kesempatan ini seminar dilaksanakan dengan mengambil tema: Peningkatan Pengawasan Pemanfaatan Tenaga Nuklie dan Zat Radioaktif. (AR)
Dalam seminar ini terdiri dari 29 makalah, dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu: Kelompok Bidang Pengawasan, Kelompok Bidang Pengkajian/Analis Radiasi dan Kelompok Bidang Pengkajian/Analisis Instalasi Nuklir. Makalah-makalah tersebut berasa; dari BAPETEN, BATAN, INDUS, dan Universitas Indonesia. (AR)
Peneliti dari Universitas Gadjah Mada bersama BATAN (kini tergabung dalam BRIN) berhasil menganalisis efektivitas lapisan air hangat sebagai sistem proteksi di Reaktor Serba Guna G. A. Siwabessy (RSG-GAS) menggunakan perangkat lunak komputasi dinamika fluida FLUENT. Lapisan air hangat setebal 1,5 meter dengan suhu 8–10°C lebih tinggi dari suhu kolam bawah berfungsi untuk mencegah air pending…
Absorber Nuklir Buatan Anak Bangsa Lolos Uji Keselamatan, Siap Digunakan di Reaktor G.A. Siwabessy Dalam sebuah capaian penting bagi industri nuklir nasional, absorber Ag-In-Cd buatan PT Batan Teknologi (Persero) telah dinyatakan lolos uji keselamatan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) untuk digunakan di teras Reaktor Serba Guna G.A. Siwabessy (RSG-GAS). Keputusan ini diambil setela…
Dalam rangkaian peringatan hari kebangkitan nasional tahun 2006, BAPETEN menyelenggarakan Seminar Keselamatan Nuklir pada tanggal 2 - 3 Agustus 2006, dengan tema : Sinergismen Pengawas & Pengguna Dalam Upaya Peningkatan Keselamatan dan Keamanan Pemanfaatan Tenaga Nuklir. (AR)