Telah dilakukan suatu kajian mengenai tantangan-tantangan yang mungkin akan dihadapi dalam proses perizinan PLTN bedasarkan Peraturan Pemerintah No. 2 Tahun 2014 tentang Perizinan Instalasi Nuklir dan Pemanfaatan Bahan Nuklir. Hal ini perlu untuk dilakukan karena dalam beberapa tahun terakhir terdapat beberapa pengajuan usul pembangunan PLTN di Indonesia. BAPETEN bahkan telah menerbitkan izin t…
Teknologi PLTN dan teknologi sistem keselamatannya senantiasa berkembang seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Meskipun keandalan sistem keselamatan PLTN semakin baik, menihilkan kecelakaan dan risiko tetap tidak mungkin. Oleh karena itu, yang menjadi fokus peningkatan keandalan sistem keselamatan PLTN adalah memperkecil probabilitas kecelakaan dan menurunkan konsekuensi k…
Keamanan fasilitas nuklir adalah kriteria penting dalam pemilihan tapak serta dalam menetapkan konfigurasi instalasi dan prosedur operasional. Secara utama, keamanan instalasi dipastikan melalui fitur yang akan dibangun dalam kekuatan struktur, konfigurasi sistem dan tata letak bangunan, serta sistem penghalang dan sistem keamanan yang ditetapkan untuk membatasi akses ke dalam instalasi nuklir.…
Kecelakaan di PLTN Fukushima Daiichi pada 11 Maret 2011 bukan sekadar krisis teknologi, melainkan krisis kepercayaan publik. Dalam konteks itulah pemerintah Jepang menerbitkan BOOKLET to Provide Basic Information Regarding Health Effects of Radiation: Vol. 2 – Accident at TEPCO’s Fukushima Daiichi NPS and Thereafter (Initiatives by Ministries and Agencies). Buku ini menjadi dokumen resmi ya…
Pembangunan dan pengoperasian pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Indonesia merupakan inisiatif strategis nasional dalam rangka pemenuhan kebutuhan energi yang berkelanjutan, diversifikasi bauran energi, serta pengurangan emisi gas rumah kaca. Namun, proyek berskala besar dan berteknologi tinggi seperti PLTN ini memiliki potensi dampak lingkungan dan sosial yang signifikan dan kompleks, …
Dokumen ini merupakan laporan kegiatan pengkajian untuk menyusun standar keselamatan tapak Pusat Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai respons terhadap persyaratan perizinan, khususnya Izin Tapak, yang diatur dalam Keputusan Kepala BAPETEN No. 06 Tahun 1999. Tujuannya adalah merumuskan petunjuk kerja dan kriteria evaluasi keselamatan suatu lokasi calon tap…
Dokumen ini membahas pengkajian standar keselamatan tapak sebagai salah satu tahapan penting dalam proses perizinan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia. Kajian ini dilatarbelakangi oleh ketentuan peraturan perundangan yang mewajibkan adanya evaluasi menyeluruh terhadap kondisi tapak sebelum izin tapak diterbitkan oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN). Tujuan u…
Dokumen ini menyajikan kajian keselamatan teras reaktor terkait rencana konversi bahan bakar Reaktor Serba Guna G.A. Siwabessy (RSG-GAS) dari bahan bakar uranium oksida (U₃O₈-Al) menjadi uranium silisida (U₃Si₂-Al) dengan kerapatan uranium yang sama. RSG-GAS merupakan reaktor riset tipe Material Testing Reactor (MTR) yang dioperasikan menggunakan bahan bakar uranium pengkayaan rendah (L…
Dokumen ini membahas peran Probabilistic Safety Assessment atau Probabilistic Risk Assessment (PSA/PRA) dalam pengawasan pembangunan dan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Keselamatan nuklir diposisikan sebagai prioritas utama untuk melindungi pekerja, masyarakat, lingkungan, serta investasi dari potensi bahaya radiasi dan kecelakaan nuklir. Melalui pendekatan keselamatan de…
Indonesia berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) sebagai bagian dari transisi menuju energi bersih dan rendah emisi karbon. Namun, perubahan iklim membawa tantangan baru yang tidak bisa diabaikan, terutama terkait keselamatan dan ketahanan PLTN dalam jangka panjang. Sebuah kajian terbaru yang dimuat dalam Jurnal Pengawasan Tenaga Nuklir (JUPETEN) menyoroti bahwa kondisi …